Akhirnya fase yang dialami banyak perempuan lain itu pun saya alami. Fase menjelang 30, yang penuh dengan hal-hal menjengkelkan seputar ayo-dong-kenalkan-pasangan-kamu, kapan-menikah, sudah-saatnya-kamu-berpikir-untuk-berumahtangga, dan seterusnya, dan seterusnya ... Sebenarnya ini bukan barang baru bagi saya. Semenjak umur saya memasuki angka 25, pertanyaan-pertanyaan ini sudah mulai terlontar dari mulut tante, om, nenek, kakek. Tapi saya memilih untuk tertawa-tawa, lalu akhirnya hengkang dari Jakarta. Selamat. Untuk sementara saya terbebas dari pertanyaan-pertanyaan itu karena mereka jadi lebih tertarik dengan rencana saya melanjutkan studi, jalan-jalan di negeri orang. Tapi tadi malam bola salju itu menggelinding, membesar, dan membuat saya pusing ketika ia menabrak saya. Bagi saya, memiliki keluarga adalah anugerah. It's precious when you find someone who is willing to spend the rest of his/her life with you. Tapi toh hidup yang relatif mulus tanpa lika-liku hanya diberikan unt...
Me - myself - and my little stories