Skip to main content

Saya rindu dinginnya Pittsburgh's winter

Silakan tertawa terbahak-bahak membaca judul posting ini :p, karena saya terkenal sebagai salah satu pembenci musim dingin :D

Dingin adalah salah satu musuh saya. Di saat orang lain berpendapat bahwa suhu udara sangat sejuk dan nyaman, saya bisa menggigil kedinginan. Sehabis misa minggu biasanya kami ngobrol di depan gereja, sibuk berembug mau lunch di mana. Di situlah biasanya tampang saya berubah menjadi sangat memelas karena kedinginan. Lalu biasanya saya cepat-cepat lari ke mobil Fenny, berusaha meringkuk nyaman di dalam. Ya, itulah saya, si pembenci udara dingin.

Tadi Fabian bercerita, bahwa sepuluh atau lima belas tahun yang lalu, bulan Januari di Pittsburgh biasanya dipenuhi dengan salju tebal, setinggi lutut! Fenny pun bercerita bahwa ketika ia datang ke Pittsburgh 7 atau 8 tahun yang lalu, the winter was harsh. Tapi sekarang?

Ini adalah winter saya yang kedua. Menurut orang2, winter tahun lalu pun tidak parah, a mild winter. Meskipun demikian saya masih mengalami salju yang cukup besar di bulan Januari. Tapi tahun ini benar2 aneh. Hanya ada sedikit salju di pertengahan Desember, dan Januari ini benar2 terasa hangat (40s F). So, where is the winter? Now I am afraid that it already gone. Cuaca yang sangat-sangat hangat dan nyaman di bulan Januari ini justru membuat saya takut. Apakah sudah separah ini dampak global warming terhadap iklim dan cuaca?

Comments

Anonymous said…
Halo Mita, kayaknya memang efek global warming memang sudah mulai gampang terlihat. Di UK, karena perubahan cuacanya sudah terasa mulai konsisten (dalam artian semakin panas), para petani sudah mulai mengganti tanaman yang ditanam. Contoh kecilnya, di halaman belakang saya, sampai bulan november masih ada bunga, kayaknya sih, pohonnya bingung antara masih akhir musim panas atau akhir musim gugur. Sekarang yang mestinya suhu mulai mendingin, eh malahan naik lagi mulai 2 digit lagi, jadi seperti akhir musim gugur.
Anonymous said…
musim dingin yang panas.. begitu kata orang di sana. nyaris seluruh Eropa juga belum beroleh salju..

ini bukti.. alam pun bisa bereaksi ganjil manakala perilaku manusia juga super ganjil terhadapnya.. :)
Anonymous said…
Mit, likewise, I also freaked out. Hih, keanehan ini bikin takut!
Anonymous said…
di Indonesia juga musim hujannya pendek sekali Mit. paling gerimis atau hujan sekali2 aja.

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...
All of a sudden my thoughts fly to my old friends tonight. How are they all doing? I miss the good old days. I am here, content and happy, but somehow I still miss them. People come and go in your life, but true friends remain in the heart, no matter where they are now, right :) ?