Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2007

Lagi-lagi pilihan

Sekali lagi, pilihan ada di depan saya. Dan saya merasa bahwa saya benar-benar sendirian. I am on my own. Orang tua dan keluarga saya ada ribuan kilometer di belahan dunia yang lain. Suami/pacar saya nggak punya. Sahabat, ya, ada beberapa sahabat saya. Tapi somehow saya merasa sendirian dalam membuat keputusan. Dan saya takut. Ingin rasanya pulang ke rumah, merebahkan badan ke kasur yang empuk dan terbangun karena obrolan-obrolan orang tua saya di ruang tengah. Ingin rasanya saya bisa pulang, menghirup secangkir kopi bersama adik dan sepupu-sepupu saya, bertukar pikiran tentang semua konsekuensi dari pilihan yang harus saya ambil. Ingin rasanya melarikan diri ke gereja Kotabaru. Walaupun hanya duduk diam, memohon restu pada Dia yang memberi saya hidup. Tapi toh semua cuma keinginan :) Keputusan saya lah yang membawa saya kemari, sendiri menjejakkan kaki di kota ini. Jadi, ini adalah konsekuensi dari pilihan saya sebelumnya. Tuhan, saya cuma minta supaya Engkau menjaga saya. Supaya saya...

Seorang laki-laki dalam sepi

Namanya Ben, seorang pria 50 tahunan yang tinggal segedung denganku. Penampilannya agak nyentrik dan berbeda - pirang, agak bungkuk, dan terkesan kurang sehat. Aku sering bertemu dengannya di lobby apartment, sekedar say "hi". Dia biasanya mengajak ngobrol orang2 yang bertemu dengannya. Aku tak pernah melihatnya bersama orang lain. Tampaknya dia hidup sendiri dan tidak memiliki banyak teman. Beberapa hari yang lalu, aku dan temanku baru saja pulang, ketika kami bertemu dengannya di lobby. Dia duduk di sofa, wajahnya lebih pucat dari biasanya. Dia berusaha mengajak kami mengobrol, tapi apa yang diucapkannya lebih mirip gumaman tak jelas. Dia berkata bahwa dia baru saja pulang dari rumah sakit karena ia jatuh tak sadar di apartmentnya. Dia berkata dia perlu menyeberang jalan untuk pergi ke convenience store, tapi dia kuatir bahwa dia akan jatuh. Bahkan untuk berdiri dari sofa pun dia gemetaran. Akhirnya teman saya menemaninya kembali ke apartment, karena kami khawatir dia akan ...

Whatsup lately?

Not much :) Tapi omong2 gw lama nggak nulis. Nah, gw cerita aja tentang 2 "anak" gw. Sejak gw pindah ke Centre Ave, gw jadi "single mother" dengan 2 "anak" :p, si kurus dan si gemuk. Resminya mereka adalah temen2 kerja gw, sesama anak Informatika ITB yang terdampar di Pittsburgh. Si sulung alias si kurus tidak terlalu merepotkan. Mungkin dia tidak terlalu merepotkan karena tidak suka makan ya :p Saking kurusnya, dulu gw lebih kenal nama panggilan dia "skeleton" dibanding nama aslinya :p *piss man :p*. Si kurus ini sukanya programming dan nyela gw (baca: melakukan mental abuse terhadap seniornya ini) sebagai balas dendam karena dulu gw katanya senior paling kejam waktu nge-os dia. Si kurus ini lumayan pinter masak, jadi kalo lagi males masak gw bisa nodong masakannya. Tapi ati2 kalo masak di depan dia, gak perfect dikit aja, dia bisa ngomel2 panjang lebar. Capeee deh :p Nah, yang nomer dua alias si gendut ini, yang bikin gara2 dan bikin panggilan ...

God believer

Rasanya gw berhutang sama seorang teman. Sekian lama saling menghilang, tiba2 ia muncul di dunia maya dan memberi testimony yang terlalu tinggi buat saya. He called me a true good believer. Oh man, I suddenly got a guilty feeling when I read his testimony. Hidup gw kayak roller coaster. Kadang di atas, saat gw merasa bisa melakukan apa pun yang gw mau, abis itu terjun bebas dan gw gak bisa ngapa2in, cuman njerit dan berharap semua segera berubah. Di roller coaster itu, kita nggak bisa ngapa2in selain percaya bahwa semuanya berjalan dengan baik dan nggak ada yang salah, thus kita akan baik2 aja. Yang bikin gw guilty feeling, gw ngerasa hidup gw jauh dari gambaran yang diberikan temen gw, terutama belakangan ini. Gw apatis, gw sering maki2 Tuhan. Gw - b u k a n - a true God believer. Tadi gw baca e-mail dari seorang kawan, dia bilang gini tentang katolikisme - Harus kuat dalam religiositas, berwawasan luas, pinter berargumen (nulis, etc), dan tidak boleh tinggal dalam menara gading. Gw ...