Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2008

Masih kah ?

Masihkah tajam dan pahitkah humormu? Seperti asap rokok dan teman kopi kentalmu? Masih sayukah matamu? Menyimpan bentang tak terduga yang tak pernah bisa kutebak. Masih pula kah kau menyisakan waktu untuk buku-buku, atau hanya debu kamarmu sajalah yang menemani lembar-lembar kertas itu? Aku rindu pada cerita yang ada di tumpukan bukumu. Aku rindu pada pahitnya humormu, sepahit caramu memandang dunia. Tapi sudah, cukup di situ saja rinduku. Sudah cukup seribu satu rindu kukatakan tempo hari. Maka hari ini, rindu ku cukup berhenti pada kenangan saja lah.

Etc etc

Dear sobat lama, Sekarang semuanya terasa lebih ringan. Jalan di depanku masih saja tampak tak berujung, tapi kujalani saja, tanpa mencoba menyusuri jejak langkah di belakangku. Menengok ke belakang sih masih, tapi hanya satu dua detik, dan setelah napas panjang, kulanjutkan kembali perjalananku. Kunikmati setuntasnya perjalanan ini, hal-hal remeh temeh yang ada sehari-hari. Ada sahabat lama yang selalu mensupport-ku, teman-teman sekerja yang membuatku tertawa, teman-teman baru yang banyak membantuku akhir2 ini. Ada pula hiburan-hiburan kecil dan liburan-liburan singkat, yang semuanya membuat hidup terasa lebih ringan. Tentu saja aku tak luput dari masalah. Belum sempat kuceritakan tentang landlord brengsek dan keputusan mendadakku untuk pindah apartment, $$$ yang melayang karena aku kurang hati-hati, rencana ke depan yang tampaknya harus diubah total, dan daftar panjang yang harus kulakukan dalam tiga bulan ke depan : kursus menyetir, mengurus sim, mencari apartment baru (lagi!), pack...

Enchanted rock

Dear sahabat, Masihkah ingat pondok di tebing bukit tempat kita bertualang di masa muda kita dulu? Bukit cantik dengan birunya laut yang terbentang di hadapan kita. Bukit yang nyaris membuatku menyerah. Kau tahu sendiri betapa buruknya kakiku + keseimbangan badanku, dan berapa banyak ledekan yang kuterima dari mantan pacarmu ketika ia melihatku jatuh terguling-guling di Tangkuban Perahu. Sialan :) Seminggu yang lalu, kenangan itu tiba-tiba menyeruak ketika aku mendaki bukit tandus yang garang dan sombong ini. Enchanted rock , begitu orang menyebutnya. Awalnya aku tak mengerti, apa pula yang menawan dari bukit ini. Hanya seonggok batu jelek, jauh sekali dibandingkan bukit cantik di tepi pantai itu. Dengan nafas yang hampir putus karena berbulan-bulan tak olahraga, dan gengsi yang tak bisa di-diskon karena teman-teman sudah jauh di depanku, akhirnya kupanjat juga si batu yang sombong itu :) Dan terbayarlah rasa lelah yang kurasakan seperti sembilan tahun yang lalu ... Lihat, anggap saja ...