Skip to main content

Enchanted rock

Dear sahabat,

Masihkah ingat pondok di tebing bukit tempat kita bertualang di masa muda kita dulu? Bukit cantik dengan birunya laut yang terbentang di hadapan kita. Bukit yang nyaris membuatku menyerah. Kau tahu sendiri betapa buruknya kakiku + keseimbangan badanku, dan berapa banyak ledekan yang kuterima dari mantan pacarmu ketika ia melihatku jatuh terguling-guling di Tangkuban Perahu. Sialan :)

Seminggu yang lalu, kenangan itu tiba-tiba menyeruak ketika aku mendaki bukit tandus yang garang dan sombong ini. Enchanted rock, begitu orang menyebutnya. Awalnya aku tak mengerti, apa pula yang menawan dari bukit ini. Hanya seonggok batu jelek, jauh sekali dibandingkan bukit cantik di tepi pantai itu.

Dengan nafas yang hampir putus karena berbulan-bulan tak olahraga, dan gengsi yang tak bisa di-diskon karena teman-teman sudah jauh di depanku, akhirnya kupanjat juga si batu yang sombong itu :) Dan terbayarlah rasa lelah yang kurasakan seperti sembilan tahun yang lalu ... Lihat, anggap saja ini postcard untukmu :)



Bagus tak :) ?
Photo : courtesy of Shirley

Comments

Anonymous said…
bagus dong ;)

Popular posts from this blog

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...

Cause we both know that expectation kills ...

A friend said, "You are going nowhere, until any of you have the guts to talk about what kind of relationship it is. Even if you both only want companionship, it should be discussed to avoid misunderstanding.Then it's just the matter of time until you both get exhausted." Too bad, I don't have the courage.