Saya kangen martabak mie di tovas. Makanan itu sungguh sederhana dan tidak bergizi, hanya telor dadar yang dicampur dengan mie instan. Tapi saya sungguh kangen menikmatinya. Makanan itu mengingatkan keramahan Aak penjual Indomie, ramainya celoteh anak-anak kost, dan potongan banyak cerita dalam hidup saya. Maka jadilah kemarin sore, sepulang dari kampus, saya cepat-cepat membuatnya. Itung2 menghabiskan persediaan mie sedap rasa soto dan karie (saya cuma suka mie goreng). Cepat-cepat saya mengiris daun bawang, menyiapkan dua butir telur, dan sebungkus mie instan. Hmmm, baunya begitu menggoda. Dengan tergesa saya menggigit potongan pertama, auw panass. Potongan pertama, kedua, saya makan dengan lahap. Sampai kira-kira tinggal 1/4 sisanya. Oh well, saya tidak akan bisa menghabiskannya. Saya letakkan di meja makan, dan saya langsung tidur. Untuk sarapan besok. Pagi-pagi, menjelang berangkat ke kampus, saya berniat memanaskan martabak sisa semalam. Tapi ternyata martabak mie itu tidak hanya...
Me - myself - and my little stories