Skip to main content

Jomblo dan nostalgia tentang Bandung :D

Teh Yanti benar, makin tua, emang kita demennya nostalgia :p. Kalau si teteh lagi bernostalgia tentang kuliah di Eropa, saya justru lagi demen bernostalgia tentang Bandung, gara2 habis nonton film Jomblo. *eh, omong2 saya lupa, naroh VCD nya di mana :(* Saya baca novel karangan Aditya ini beberapa tahun yang lalu waktu masih di Jakarta. Tapi rupanya setelah di Pittsburgh, film yang diadaptasi dari novel yang sama ini bikin saya lebih ngakak nangis2 karena kangen sama Bandung, hehehe.

Sebenernya nggak ada yang terlalu istimewa dari film ini. Ceritanya persis dengan yang di novel, akting pemain2nya juga nggak terlalu istimewa. Tapi mulai dari logat dan settingnya di Universitas Negeri Bandung, di mana populasi konon cuma cewek cuma 7% (udah termasuk kucing betina), bener2 bikin saya kangen. Ada angkot kuning putih nya Panghegar - Dipati Ukur yang dulu sering banget jadi andalan saya, penjual gorengan yang nongkrong di depan Gerbang Ganesha, dan kelakuan-kelakuan para cowok waktu ngejar cewek, persis kayak kelakuan sobat2 cowok saya waktu kuliah dulu (piss man, hihihi :p).

Karakter yang digambarkan Adit pun pas banget, bener2 mewakili aneka ragam cowok di kampus. Ada Olip, yang digambarkan sebagai lulusan sekolah asuhan militer tapi kenalan sama cewek aja gak pernah berani, ada Doni anak gaul, ada si anak dalang yang Jawaaa banget (hihihi, ini no offense loooh, wong saya juga sering diledek medok gak ilang2 :p), ada Agus yang nyunda pisan, ada juga cowok yang suka sok heboh dan SKSD.
Iseng2 tadi saya coba nge-google tentang film ini, dan bermunculanlah berbagai kritik tentang karakter2 yang dianggap tidak dibangun dengan kuat. Tapi saya tetep ngakak sih, hahaha.

Gimana Bandung dan ITB sekarang ya? Yang saya tau cuma bahwa Student Center lama sudah diruntuhkan dan sudah dibangun gedung baru. Apa angkot Panghegar - Dipati Ukur masih lewat Jalan Ganesa? Apa kabar warung2 gudeg sepanjang jalan Ganesha? Rasanya dulu nikmat banget makan di situ. Apa boulevard masih serindang dulu? Hmmm, time flies eh. I was 1996, and now 2007. Nggak kerasa, sudah lebih dari 10 taun yang lalu, sejak saya pertama kali jatuh cinta sama bougenville yang menghias kampus saya.

Weleh, udah tua bener ya saya. Meminjam istilahnya Gede, rekan kerja saya. Wong tuwaa wong tuwa =)) Dan ngakaklah kita, mentertawakan diri sendiri yang makin tua ini, hahaha.

Comments

Harno Leonardus said…
Rindu berat nih ceritanya? ehm....sama dong!
Anonymous said…
huehehehe.. nostalgia Bandung ya?

buat aku sih Bandung itu ga pernah bisa dilupain. tapi yaa.. itu aku, yang dari lahir tinggal di Bandung. tapi ternyata buat kamu juga ya? :)

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...