Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2007

Thanks to u guys ...

One of my very best friends sering pake quote ini : "I can accept a failure, everybody fails at something. But I can not accept not trying" . Katanya sih itu quotenya Michael Jordan, hehehe. Kata2 itu yang sering menyemangati gw dari dulu sampe sekarang. Dulu, waktu masih di Jkt, saya paling sering ngerepoti sobat yang satu ini. Bukan masalah anter jemput lho ya (gw super mandiri buat urusan itu ;)), tapi he is always be a recycle bin buat semua masalah, mulai dari yang penting dan menyangkut masa depan :p, sampe masalah2 super nggak penting kayak fling2 sama cowok2 yang sering nggak disetujui olehnya, hehehe. I should admit that dalam masalah mellow yellow, saya nggak semandiri dalam urusan belajar, karir, atau kelayapan ke segala penjuru Jakarta ;) Waktu pindah ke US, salah satu kehilangan terbesar adalah susah ngontak dia (dan juga beberapa temen laen) kalo butuh curhat2 yang nggak penting. Untunglah ada 2 sahabat yang laen yang kebetulan sama2 pindah ke US, lumayan ada ...
Dan waktu itu pun lewat ... Hilang tak berbekas ... Hanya meninggalkan jejak samar ... Tak berbayang ... For the little happy warm feeling you left in my heart

Phone interview

Kemarin saya phone interview dalam rangka job hunting. Phone interview adalah hal yang baru bagi saya. Metode rekrutmen ini baru saya ketahui setelah saya di US. Waktu di Jakarta dulu, kalau job hunting ya selalu on-site interview. Malahan dulu pernah waktu saya interview di sebuah instansi pemerintah, ada teman sesama kandidat yang bela-belain datang dari Singapura ke Jakarta untuk interview, dan itu tidak cuma sekali :)! Berbeda dengan jika kita berhadapan langsung dengan interviewer, menurut saya phone interview itu "unik". Kita dituntut untuk bisa memberi penjelasan verbal yang mudah dipahami oleh si interviewer yang ada di ujung telpon di sana, semata-mata verbal, karena tentu saja kita tidak bisa menggunakan ekspresi muka, gerakan tangan, atau membuat diagram :) To my experience, rasanya seperti kalau kamu harus membantu seorang klien yang bermasalah yang menghubungi kita melalui telepon. Nah, karena sifatnya yang unik itu, saya pribadi merasa perlu persiapan khusus ka...

Pindahan

Gw pindah apartment, dari kawasan Squirrell Hill yang tenang-cozy ke Centre Ave yang relatif lebih hiruk pikuk and not so cozy, tapi gw nggak perlu jalan 4 sampai 5 blok untuk ke halte bus. Apartment gw yang baru lebih layak disebut sebagai "kamar kost", but in general cukup nyaman buat gw. Sebuah kamar berukuran 3.5m x 3.5m plus kamar mandi dalam. Tidak ada dapur terpisah, tapi sebagai gantinya ada microwave, tempat cuci piring, dan meja kecil yang (moga2) cukup untuk meletakkan kompor listrik kecil :D Nggak jauh beda lah dari kost lama gw di Setiabudi, hehehe. Nggak ada AC kayak di apartment lama, jadi sekarang gw harus puas dengan kipas angin yang berputar-putar di langit-langit kamar gw. Nggak ada internet dan tv cable lagi, gw harus puas dengan wireless gratisan dari apartment dan tv local. Itung2 ngebiasain diri hidup sederhana (karena terpaksa) dan mengeluarkan kreativitas2 gw seperti - gimana caranya gw bisa konek internet dengan wireless gratisan yang on and off itu...

Back to Pittsburgh: Craving Indonesian Food

Setelah hampir 3 minggu lamanya menjadi budak perut, bangun dengan mata mengantuk lalu membuka tudung saji, makan minimal 3x sehari (kadang bisa sampe 4 atau 5x :p), dan tidak berhenti ngemil, dan tidur dengan perasaan bersalah karena kekenyangan, sekarang saatnya back to reality! Bahwasanya liburan adalah liburan, dan 3 minggu di rumah adalah surga, dan Indonesian food is the best. Tapi kenyataan berbicara lain sekarang, hehehe. Kembali ke Pittsburgh berarti kembali ke kenyataan bahwa kalau mau makan ya harus masak dulu (nggak sekedar buka tudung saji), berharap makan gurame goreng, bakar manis, atau acar kuning adalah mimpi di siang bolong, dan masakan yang paling mirip dengan masakan di indo adalah java fried rice nya Spice Island. Guess what, nasi goreng yang selama ini saya santap dengan penuh semangat itu pun sekarang berasa tidak karuan (buktinya sudah 3 hari masih bersisa di kulkas). Walah .... Ya ya ya, inilah sindroma orang yang baru pulang kampung. Craving makanan rumah. Mul...

Resensi Buku : Christ The Lord: Out of Egypt

Judul Asli & Terjemahan : Christ The Lord: Out of Egypt / Kristus Tuhan : Meninggalkan Mesir Pengarang : Anne Rice Penerbit : Gramedia, 2006 Tebal : 387 halaman Gw secara tidak sengaja memilih buku ini menjadi bacaan gw selama liburan di rumah. Buku ini pertama kali disodorkan oleh bokap gw, yang memang demen membaca – termasuk membaca buku-buku bacaan rohani. Reaksi pertama gw: males. Gw sedang tidak tertarik membaca bacaan rohani (baca: berat). Akhirnya buku ini gw baca juga waktu mulai kehabisan bacaan dan bosan makan tidur di rumah :p. Tidak seperti prasangka gw semula, buku ini sangat menghibur, jauh dari kesan berat dan menggurui. Konon menurut Kitab Suci, kelahiran Yesus telah diramalkan oleh para nabi melalui kisah-kisah Perjanjian Lama. Nabi Yesaya dalam kitabnya berkata: “Seorang anak telah lahir untuk kita. Lambang pemerintahan ada di bahunya. Dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, raja damai.” Kelahiran Yesus di Bethlehem a...