Skip to main content

Seorang laki-laki dalam sepi

Namanya Ben, seorang pria 50 tahunan yang tinggal segedung denganku. Penampilannya agak nyentrik dan berbeda - pirang, agak bungkuk, dan terkesan kurang sehat. Aku sering bertemu dengannya di lobby apartment, sekedar say "hi". Dia biasanya mengajak ngobrol orang2 yang bertemu dengannya. Aku tak pernah melihatnya bersama orang lain. Tampaknya dia hidup sendiri dan tidak memiliki banyak teman.

Beberapa hari yang lalu, aku dan temanku baru saja pulang, ketika kami bertemu dengannya di lobby. Dia duduk di sofa, wajahnya lebih pucat dari biasanya. Dia berusaha mengajak kami mengobrol, tapi apa yang diucapkannya lebih mirip gumaman tak jelas. Dia berkata bahwa dia baru saja pulang dari rumah sakit karena ia jatuh tak sadar di apartmentnya. Dia berkata dia perlu menyeberang jalan untuk pergi ke convenience store, tapi dia kuatir bahwa dia akan jatuh. Bahkan untuk berdiri dari sofa pun dia gemetaran. Akhirnya teman saya menemaninya kembali ke apartment, karena kami khawatir dia akan jatuh tak sadarkan diri di lobi itu.

Aku khawatir melihatnya, namun sekaligus juga takut. Khawatir apakah dia akan baik2 saja. Tapi ada juga rasa takut pada orang asing yang tak kukenal itu.

Kemarin kami sekali lagi bertemu dengannya di lobi. Dia masih pucat, walaupun sedikit lebih baik dari beberapa hari yang lalu. Entah benar entah tidak, dia mengatakan bahwa minggu ini adalah hari ulang tahunnya. Dia mengundang siapa saja untuk hang out di apartmentnya.

Melihat sosoknya, kemanusiaan siapa yang tak terusik. Pria setengah baya kesepian, hidup sendiri dan tampaknya tak punya siapa-siapa. Kesepian yang dialaminya, bisa dialami siapa saja.

Comments

Anonymous said…
kesian juga kalo ada orang yang seperti itu, tapi siapa yang harus disalahkan atas kesendiriannya,
setiap kita butuh orang lain, dan orang lain butuh diri kita

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...
All of a sudden my thoughts fly to my old friends tonight. How are they all doing? I miss the good old days. I am here, content and happy, but somehow I still miss them. People come and go in your life, but true friends remain in the heart, no matter where they are now, right :) ?