Skip to main content

Belajar memasak ala Amerika :p

# Masak apa Mit hari ini?
* Terong balado sama nggoreng teri.
# Lhaaa ... katanya hidup di Amerika ????

Setiap kali chating sama teman dan ngomongin soal makanan, sering ujung-ujungnya di situ. Ya gimana ya sodara2, sekolah boleh jauh-jauh ke ujung dunia, tapi perut saya tetep perut Indonesia :D, yang sering kali nggak mantep kalo belum makan nasi.

Pembicaraan biasanya berlanjut begini.
# Bawa dari Kalasan ya terinya :p ? *Nuduh mode on *
* Huahaha. Gak lah, kemaren beli di toko Korea
# Ada ya?
* Ada, tempe aja ada kok, ya nggak gampang nyarinya, tapi ada yang jual.

Untuuuuung, untung, sekolah ke sini, bukan ke Jerman atau Prancis, atau Italia. Konon di sana tidak segampang di sini untuk mencari bahan2 makanan Asia, apalagi bumbu2 Indonesia. Syukurlah di sini masih ada bumbu instant munik (kayak indofood gitu, tapi lebih uenak), tahu tempe bisa dicari, kalo mau sarapan indomi pun bisa, hehehe.

Tapi, gara2 itu pula, ketrampilan saya memasak American food (btw, sebenarnya apa sih American food itu? wong negeri ini isinya imigran semua) bisa dibilang NOL besar. Padahal sepertinya cara masak bule2 itu lebih simple dibandingkan dengan masakan Indonesia yang njlimet dan lama (karena njlimet itu, makanya pertolongan bumbu2 instant kadang2 dibutuhkan, hahaha).



Setelah dua tahun lebih di sini, dan kebetulan sekarang tinggal di townhouse yang dapurnya lumayan gede dan lengkap (punya si landlord sih, tapi saya boleh pakai :p), pikir2 nggak lucu juga ya kalau saya nggak bisa masak ala bule sama sekali, hehehe. Thanks to Shirley, dia menunjukkan website www.startcooking.com. Website yang keren dan benar2 berguna membantu para pemula belajar masak. Kerennya website ini nggak cuma menyediakan resep2, tapi juga video cara memasak, petunjuk2 praktis, dan juga alat2 masak yang dipergunakan berikut standar ukuran2nya (buat saya ini penting banget, karena menurut saya peralatan masak di sini saking lengkapnya malah bikin bingung).

Saya benar2 suka dengan website ini. Nah, sebagai percobaan pertama, cari resep yang paling gampang. Roasted potato alias kentang panggang. Tenang2, saya sudah melihat kernyit di kening kalian yang mengatakan - Heh, apa sih susahnya bikin kentang panggang ? Hihihi, emang gampang banget, tapi ga pernah kepikiran untuk bikin karena saya dibesarkan dengan ajaran untuk memasak bakmi goreng dan capcay (baca: makanan cina-jawa :p). Tapi namanya juga baru mulai belajar makanan ala Amerikah (pake h biar mantap, hehehe), harus belajar dari yang sederhana dulu dong. Besok rencananya mau mencoba bikin brownies, karena dari videonya kayaknya gampang banget, hehehe.

So, rencananya (baru rencananya nih). Tiap minggu saya mau mencoba at least satu masakan American style, biar gak bosen dengan makanan2 ala Indo. Ada sederet makanan yang saya gemari: deviled eggs, lasagna, dan steak, moga2 bisa masak sendiri ;) Biar nanti kalau pulang ke Indonesia bisa pamer, nggak cuma bisa bikin oseng2 tempe doang, hehehe ....

Comments

andersonite said…
Kalau si Duma belajar masak dari game Cooking Mama, Mit. Bener2 simulasi yang realistik dari kegiatan memasak, hehehe.

http://www.gamespot.com/ds/puzzle/cookingmama2/index.html
Anonymous said…
wah kalo aku demen makan aj. ribet tuh masak kaleee...

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...