Pernah kuberharap akan menemukanmu kembali di masa depan. Ketika kenangan masa muda menjadi kembang gula yang manis rasanya, dan kita tertawa bersama menikmatinya. Namun apa yang kutemukan kini sungguh berbeda. Album tentang kita kutemukan di dasar kotak lamaku, tersimpan berdebu, terlihat usang dan begitu tua.
Dan harapan itu hanya menjadi kenangan bahwa aku pernah berharap. Karena seperti dunia, kita pun semakin tua, dan jalan kita menjadi semakin berbeda.
Entah untuk apa dan kepada siapa kutuliskan kalimat-kalimat tak berkesudahan ini. Mungkin untuk sepotong bayang sempurnamu. Ya, aku melukiskan mu dengan sempurna. Tentu saja tak nyata, tapi tak apa.
Ah, lagi-lagi aku mengigau.
Dan harapan itu hanya menjadi kenangan bahwa aku pernah berharap. Karena seperti dunia, kita pun semakin tua, dan jalan kita menjadi semakin berbeda.
Entah untuk apa dan kepada siapa kutuliskan kalimat-kalimat tak berkesudahan ini. Mungkin untuk sepotong bayang sempurnamu. Ya, aku melukiskan mu dengan sempurna. Tentu saja tak nyata, tapi tak apa.
Ah, lagi-lagi aku mengigau.
Comments