Skip to main content

Nikahannya Lusi

Aku baru aja pulang dari Jogja, menghadiri pernikahan Lusi. Temanku yang satu ini emang easy going banget, itu hebatnya dia, sehingga dia bisa cepat menyembuhkan luka dan patah hati gara2 cowok. Beda banget sama aku. Buat dia (at least menurutku), love is a simple matter. Jalani aja, kalau cocok ya terus, kalo gak ya bubar jalan. Kuantitas perkenalan bagi dia juga nomor 2, yang penting kualitas katanya :) Dan dengan bekal itu, dia berani married, walaupun baru pacaran gak sampai setahun lamanya.

Btw, ini ada lagu pernikahan favoritku:

Bapa yang di surga,
Kami berdua bersujud di depan Mu,
Di altar mulia ...
Saling mengucap kata, berserah setia ...
Ingin hidup berdua, dengan penuh cinta ...

Semoga Engkau berkati, niat suci ini
Padu menjadi satu di dalam nama Mu
Bapa yang di surga bimbinglah kami
Agar niat nan suci kekal dan abadi

Ref:
Berkatilah mereka semoga bahagia
Tiada hari berlalu tanpa kasih mesra
Bapa yang di surga bimbinglah kami ...
Di hari indah ini, kami bahagia ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...