Skip to main content

Something new

Laras teman kost ku pindah ke Bali weekend ini karena mendapatkan pekerjaan baru di sebuah resort "Harris Resort" di Kuta, Bali. Akhir-akhir ini, dia sering keliatan suntuk dan bosan dengan kesehariannya. Dia sering mengeluh bosan dengan pekerjaannya, minder dengan teman-temannya yang sudah punya karir yang lebih bagus dari dia, kegagalan-kegagalannya dalam interview yang entah sudah berapa kali. Is there something wrong with me? Dia selalu tanya begitu. And finally now she achieve something she really dreams on, pekerjaan baru, lengkap dengan suasana baru.

Sekarang aku bisa merasakan kegairahan baru dalam hidupnya, untuk menyongsong sesuatu yang baru yang ada di depannya. Hmmm, I can smell the enthusiasm ... :) Pekerjaan baru dengan matahari yang bersinar di Bali, hanging out sepanjang Kuta ... it looks really nice :) ... Laras seolah mencapai sebuah turning point dalam hidupnya, yang akan membawanya ke suatu kehidupan baru. Pasti hidup yang baru itu nggak akan mudah dan banyak tantangannya. But trying something new is always interesting, right :) ?

Jadi, sekarang aku sendiri gimana? Hmmm ... aku udah agak2 terjebak dalam ritme kerja yang rutin dan begitu2 saja, sehingga ketika aku mendengar berita bahwa Laras akan pindah, ada sedikit perasaan iri dalam hatiku. Kapan ya aku bisa memulai kehidupan yang benar2 baru seperti yang Laras dapatkan? Efeknya yang pasti jelas, itu semakin membulatkan tekadku untuk cepat2 pindah dari kost ke Cibinong, as soon as possible.

Selamat buat Laras dengan kehidupan baru yang akan dijalaninya. You deserve it girl! Go for it, go for your happiness!

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...