Skip to main content

After holiday

Holiday is over, sekarang kembali kerja keras, pagi sampai sore, lebih2 ada deadline tanggal 20 Desember. Kenapa ya setiap kali aku buka www.blogger.com selalu lari ke site lain?? Bingung deh ... Akhirnya aku coba ke www.blogspot.com, dan larinya ke sini.

Hmmmm, what a nice holiday. Aku ke Anyer diajakin sama temen kantorku, aku gak kenal sama yang lain, tapi cuek sajalah :p ... *walaupun awalnya ada rasa kurang nyaman sih* ... Anyer, pantainya, lautnya, pohon kelapanya ... reminds me pada suatu tempat yang indah, di mana aku berlari di tepi pantai sepuasnya, berenang sesuka hati, jadi diri sendiri. Kali ini aku gak banyak nyebur ke laut, soalnya gak ada life jacket yang bisa disewa, padahal aku seneng nyebur sampai lumayan ke tengah, terapung2 di laut, main ombak :)) ...

Abis ke Anyer, lanjut ke Bandung. Bikin Lusi geleng2 liat kelakuanku, gak pernah mau diem di rumah. It's my choice Lus ... selama hatiku belum benar2 tenang, aku gak mau pikiranku melayang gak karuan :)

Bandung is always be a second home for me. My Cisitu sweet home masih seperti yang dulu, biru, ramah, nyaman. Kamarku yang sekarang dipakai Ninit juga masih seperti yang dulu ... Thanks Wi, thanks Nit :), for welcoming me ... seperti pulang ke rumah.

Ngobrol, ketawa, becanda, pesta galia ... senangnya ... :)

Sekarang kembali ke kerja lagi, kembali ke kehidupan nyata dengan segala kesibukan dan problema. Jakarta, here I come again.

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...