Skip to main content

Sahabat lama

Ngobrol dengan sahabat lama memang selalu menyenangkan!
Apalagi kalau diselingi dengan makan malam dan desert yang lezat ... mmmm ... it is just perfect. Last night aku ketemuan sama Dewi, salah satu sahabatku, teman serumahku waktu di Bandung.

Aku ingat waktu aku kalut sekitar 2 tahun yll, dia nyuruh aku ke Bandung. Sampai di stasiun, dia dah jemput, langsung kami berenang bareng di Setiabudi, ngobrol ... dan makan. Aku gak akan lupa kebaikannya.

Kemaren kami makan bareng di Mie GM, dilanjutkan dengan es krim di Pisa Cafe ... hampir aja kami kalap cari makanan lagi sesudah es krim ... soal makanan, hmm, dia teman yang paling top buat diajak makan sekenyang-kenyang nya lah! Gak ada jaim2 an en jaga body kayak ce pada umumnya ... hahaha.

Last night we had a nice long talk. We shared each other's stories. Kutumpahkan segala uneg2 ku ... kegembiraanku, sedihku, pedihku. Senangnya ketemu teman yang bisa mendengarkan ceritaku dengan simpatik, dan sekaligus melihat dengan kacamata yang objektif. Bukannya sahabat2ku yang lain gak bisa lho, tapi kalau kamu tau the background of story, it makes a lot of difference dengan yang tidak tahu.

Thanks for the nice talk Wi, it really feels good to share stories with you ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...