Skip to main content
Ferry Harbour - sisa cerita tentang HK

Karena waktu di HK gak selalu sempat nulis and nge-blog, banyak cerita tentang HK yang gak sempat aku tulis.

Setelah sebelumnya gak terlalu banyak jalan, di hari terakhir training - hari Minggu tuh * minggu-minggu juga training *, aku menyempatkan diri buat doing a little shopping, dan explore tempat-tempat lain. Nyesel seribu nyesel, baru malam itu aku tahu kalau hotelku deket banget sama pantai, sama laut :( Baru pagi harinya aku nyempetin jalan ke Harbournya. Pilih-pilih oleh2 buat orang2 tercinta :)), terus kongkow sejenak di pelabuhan ferry nya. Pemandangannya bagus banget!!! Kita dapat liat pulau HK yang penuh dengan gedung2 tinggi dari kejauhan. Aku sukaaa banget pemandangan di tepi laut yang kayak gitu. Pantainya sendiri gak kayak di Indonesia - yang masih banyak yang alami dan bagus. Tapi bersihhh ... dan nyaman buat kongkow2. Kalau jalan berdua ma cowok kayaknya romantis deh ... huehehe.

Setelah puas, aku jalan ke HK Culture Center, yang tepat berada di tepian laut. Mirip2 sama Esplanade di Singapore (menurutku loh) ... kita bisa menikmati laut yang tenang. Hmmm, sayangnya aku cuma sempat menikmati suasana pagi yang tenang. Coba kalau aku ke sana malam hari, pasti suasananya sangat menyenangkan. Aku membayangkan pasti tempat itu mandi cahaya, dengan latar belakang gedung-gedung tinggi yang gemerlapan, dan penuh dengan turis ... waks, asik sekali keliatannya *imagine by yourself*

Satu hal yang aku sesalkan, aku gak sempat naek ferry ke HK island, padahal cuma 12 menit gitu. Gara2nya aku harus cepet2 cek out dari hotel ... hiks hiks hiks .. Dan baru pagi itu aku tau, bahwa kalau malam pun ada ferry tour ke HK island. Hhhh, I promise to myself, the next time I come here again, I should take the ferry to HK island :p!

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...