Skip to main content
HK Trip - 2nd day

Hari ini training nya mulai. Ternyata tempatnya cukup jauh dari hotelku. Aku harus naek MTR, berhenti di sebuah interchange, terus ganti route yang lain. Quite far, but luckily it's quite fast, and the information is provided abundantly.

Guess who I met here. My old collegue, yang dulu kerja di Datindo. Aku dah pernah cerita kan kalau sekitar satu tahun yll ada bedol desa besar2an di kantorku. Satu divisi pindah, mereka bikin satu company baru yang menjual produk yang sama. Nah, ternyata mereka ikut training yang sama. Salah satu dari mereka adalah Pak Rizal, yang dulu jadi manager workshop di tempatku - workshop itu sebuah divisi yang pekerjaannya adalah service sparepart. Wah, mereka bertiga sedangkan aku cuma sendiri ... hiks hiks hiks ...

Berhubung aku belum sempat ngider lagi, aku cerita tentang perjalananku tadi pagi aja yak. Aku kan baru sempat liat secuil kota HK di waktu malam, nah, tadi pagi aku liat sepotong bagian lain di waktu pagi. Kotanya terletak di dekat bukit2. Bagus deh, di depan kita ada apartemen2 yang berlatar belakang bukit2. Seolah-olah apartemen itu menyembul dari perbukitan. Hmmm, gimana ngegambarinnya ya. Pernah liat kartu pos yang menggambarkan kota Yerusalem dengan bukit2nya? Ya kira2 gitu lah, tapi yang menyembul dari perbukitan bukan kota tua, melainkan apartemen2 bertingkat. Di sekitar bukit2 itu banyak jalan raya yang sibuk ... hmm, khas kota besar.

Tadi siang aku makan bareng mereka, my old collegue dan tuan rumah. Porsi makanan di sini tuh besarrr banget. Kalo di Jkt, benernya aku makan nasi satu porsi penuh kan pasti habis tuh ... kecuali lagi jaim :p ... huahaha ... boong banget, mau makan sama siapa aja juga gak pernah jaim :D ... Nah, waktu ke Singapore tuh aku sering kekenyangan, bahkan gak habis dengan porsi makanan yang lebih besar. Eeh, ternyata di HK porsinya lebih besar lagi. Kata orang Jawa, jadi mblenger makannya :) ... Jadi tadi siang aku sharing sama Pak Rizal, karena dia gak punya teman sharing makanan, teman-teman serombongannya gak ada yang mau makan setengah porsi ... hahaha.

Back about HK, kapan ya Jakarta punya sistem transportasi yang bagus kayak di sini atau di Singapore. My poor Jakarta ... hiks hiks ... satu-satunya transportasi yang lumayan cuma busway. Itu pun cuma LUMAYAN doang.

Hmmfff, hari dah mulai gelap, hampir jam setengah tujuh waktu jakarta, atau lebih cepat satu jam di sini. Tapi orang-orang belum pada pulang neh, sementara saya dah mulai bosan :D *bandel mode on :p * ... OK deh, gitu dulu cerita hari kedua. Anyway, ada apa di Jakarta hari ini ya? Aku gak bisa akses detik.com dari sini.

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...