Salah satu hal yang mengganggu pikiranku belakangan adalah pertengkaran antara aku dan mama beberapa hari yang lalu. Bukan yang pertama kali si sulung yang keras kepala ini bertengkar dengan sosok yang sebenarnya sangat ia sayangi. Tapi karena aku tak bisa memahami pendapatnya, sekali lagi pertengkaran itu meledak. As always, it started from a very simple thing. Cuma gara-gara mama memintaku pulang ke Jogja 2 kali dalam 2 minggu berturut-turut, untuk menghadiri pernikahan sepupuku. Langsung aku tolak. Aku memang merencanakan pulang untuk pernikahan salah seorang sepupuku, tapi pernikahan sepupuku yang satu lagi sungguh gak ada dalam jadwalku. Dengan segudang alasan aku ngeles : pertama - siapa suruh nikah ngedadak, kedua - emang gak ngabis2in duit apa, ketiga - aku tidak merasa perlu menghadiri pernikahan itu. Poin terakhir itulah yang kayaknya bikin mamaku berang. Menurut beliau, aku harus menghadiri pernikahan sepupuku, demi menghormati 'kekeluargaan' yang ada. Apalagi aku me...
Me - myself - and my little stories