Skip to main content

Is there such a perfect man to fit in ?

Judulnya mehek-mehek ya :D? Hihihi ... Bermula dari dikerjain temen (halo, iya, kamu ngerjain aku dengan isian profile yang panjang lebar itu ... :)), disuruh ngisi profile di http://www.eharmony.com. Apaan tuh? Match maker, jawab temenku ini. Heh? *dalam hati : Match maker = biro jodoh kan?* Huehehehe, aku jauh2 dateng dari Jakarta ke Pittsburgh bukan buat ikutan biro jodoh lho, hahaha. Well, kalo dapet jodoh sih mau2 aja, tapi itu lebih merupakan efek samping yang menyenangkan ;) Bukan begitu? Hahahaha ...

Well, menurutnya profiling di site ini bagus. Dan kita bisa milih buat enggak di-matched. So I said, OK. Then I decide to fill-in the profiling questionnaire about myself. Asli, panjang banget, rasanya kayak psikotest pas saringan masuk BI dulu itu, hahaha. Setelah berjuang mengisi, reportnya adalah profile diri kita, dan orang dengan personality kayak apa yang cocok dengan kita.

Hasilnya itu lho yang bikin wondering. Kalau baca sekilas, well, kayaknya kok gak mungkin nemu satu orang yang bakalan fulfill all the criteria .... Huhuhuu ... lagian, kalo nemu satu yang mendekati kriteria2 itu, emangnya orang itu bakalan mau sama aku :p Hahaha.

Damn, profiling itu bikin pesimis ajah ... hahaha

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...