Skip to main content

Masih tentang mama ...

Mungkin harusnya saya punya arsip sendiri untuk tulisan2 mama. Ini ada satu, saya share dengan kalian karena saya suka sekali.

Dear Mita,
Hari ini aku berhut ke-58. Ternyata banyak sekali berkat yang Tuhan berikan untukku. Aku punya suami yang amat baik (coba iya apa gak). Aku punya 2 anak yang badung (iya kan), tapi lumayan gak aneh-aneh. Otaknya cukup encer sehingga bisa lulus tepat waktu n punya pekerjaan yang baik. Anakku satu perempuan, badung n pendek ngeyelan lagi, yang satu lagi cowok lumayan bagus he he tinggi kayak aku. Punya suara yang merdu.

Aku punya papah yang baik hati n mamah yang super keras he he. Nurun kali ya ke cucunya he he. Aku punya 2 pasang mertua yang baik hati. Hayo kan kelebihan umumnya orang punya satu pasang mertua, tetapi aku punya 2*. Aku punya Makde (Aik) yang sangat aku sayangi n banyak memberi petuah waktu aku kecil. Aku punya mbah Dal yang juga sangat aku sayangi.

Dulu waktu aku kecil temanku tertawa agak mengejek gara-gara aku punya citacita jadi Ir. Eh Tuhan membrikan lebih dari itu. Aku juga diejek masuk fakultas pertanian katanya apa mau macul he he.

Karena anugerah Tuhan aku selamat dari kecelakaan yang hebat 1989 yl. Mustahilah kalo bukan Tuhan yang melindungi aku lha wong aku duduk sebelah supir. Tau gak dokter yang merawat aku ternyata kakak temanku di gereja GKI Ngupasan. Sampai sekarang mama gak habis pikir kok kebetulan kayak gitu ?

Anugerah lain aku terima tahun 2004 ketika papa selamat dari operasi bypass n sekarang sudah sehat kembali. Papa membawa penyakit 29 tahun lho gak pernah kumat karena waktu itu Tuhan tau kita belum punya uang untuk berobat. Jadi Tuhan mensuplai oksigen ke jantung papa dengan jalan tumbuhnya pembuluh darah pembantu sekitar yang koroner. Itu kata dokter lho jadi beneran bukan kira-kira. Lha setelah menua pembuluh itupun butuh ganti ya bypass itu.

Jadi jangan pernah mengkhawatirkan apa yang hendak kita pakai, makan atau minum atau kebutuhan yang lain. Tuhan pasti sediakan pada waktunya. Kalo kamu bisa studi ke US mama juga gak tau kok. Kan kita gak punya uang cukup untuk itu. Ternyata Tuhan memberi jalan yang ajaib juga ya.

Nah itu ya cerita mama di HUT kali ini. Tuhan masih tetap akan melindungi kita di waktu yang akan datang.

Sun sayang selalu dari papa n mama.


* Papa saya punya 2 pasang orang tua - orang tua kandung dan orang tua angkat)
** Makde (Aik) : Kakak perempuan nenek

Comments

Anonymous said…
mengharukan, sekaligus encouraging :). salam buat mamamu ya :)

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...