Sedikit demi sedikit ketakutan, kekhawatiran, dan kesedihan itu mulai menghilang. Mungkin aku memang tidak bisa bersamamu sekarang (atau mungkin selamanya). Maka sekarang saatnya kita berdua mengayun langkah kita masing-masing. Kita harus melakukannya dengan sigap, mantab, dan penuh kegembiraan.
Karena terlalu banyak kesibukan yang memerlukan perhatian kita. Terlalu banyak kejutan di depan kita. Dan terlalu banyak kegembiraan menanti.
Sebab aku tahu, bahwa apapun yang akan terjadi, kita berdua akan baik-baik saja. Ya, aku akan baik-baik saja dengan hidupku. Kamu pun akan baik-baik saja dengan hidupmu. Dan bagaimana dengan 'kita'?
Aku percaya 'kita' akan baik-baik saja. Kamu dan aku, akan selalu menjadi teman baik, apa pun yang pernah terjadi, dan apa pun yang akan terjadi. Dan suatu hari nanti, aku yakin kita akan bertemu kembali, Kita akan tertawa keras dan saling mengejek.
Jalan yang pernah bersilangan itu mungkin sudah lewat. Mungkin akan kembali, mungkin tidak. Sudah, biarkan saja begitu, apa adanya.
Buat seorang teman yang sangat aku sayang.
Karena terlalu banyak kesibukan yang memerlukan perhatian kita. Terlalu banyak kejutan di depan kita. Dan terlalu banyak kegembiraan menanti.
Sebab aku tahu, bahwa apapun yang akan terjadi, kita berdua akan baik-baik saja. Ya, aku akan baik-baik saja dengan hidupku. Kamu pun akan baik-baik saja dengan hidupmu. Dan bagaimana dengan 'kita'?
Aku percaya 'kita' akan baik-baik saja. Kamu dan aku, akan selalu menjadi teman baik, apa pun yang pernah terjadi, dan apa pun yang akan terjadi. Dan suatu hari nanti, aku yakin kita akan bertemu kembali, Kita akan tertawa keras dan saling mengejek.
Jalan yang pernah bersilangan itu mungkin sudah lewat. Mungkin akan kembali, mungkin tidak. Sudah, biarkan saja begitu, apa adanya.
Buat seorang teman yang sangat aku sayang.
Comments