Skip to main content

Halloween


Hari ini tumben-tumbenan saya pulang rada malam dari kantor, jam 9.30. Seperti biasanya saya nungguin bus di bus-stop depan Starbucks. Well, untungnya Pittsburgh hari ini rada bersahabat, gak dingin-dingin amat. Waktu lagi bengong-bengong nungguin bis, tiba-tiba ada segerombolan anak muda berpakaian aneh lewat. What the heck? Oh iya, lupa hehehe, hari ini kan Halloween.

Omong-omong tentang Halloween, boleh dibilang saya rada-rada anti merayakannya, hahaha. Bukan karena alasan religius ato anti-kemapanan *hihihi, apa coba :p*, tapi basically gw anti apa aja yang berbau-bau horror. Hiy, sereeeem. Mulai dari film horor, haunted house, cerita-cerita sereeemm, thanks but no thanks deeeh. Makanya buat saya, there is no special thing about Halloween.

Tapi itu kan cuma saya doang. Orang-orang Amrik ini kayaknya emang seneng banget semua-semua yang berbau festival. Sekitar semingguan yll, waktu pergi meeting ke Technology Drive, saya terbengong-bengong melihat hiasan meja salah satu staff kantor itu. Dengan semangat tinggi dia menghias mejanya bertema Halloween. Mending kalo hiasannya kayak miniatur labu yang diukir-ukir itu, lha ini dia bikin kayak sarang laba-laba yang biasanya ada di rumah tua, lengkap dengan aksesoris pocong-pocongan yang bergelantungan. Heh? Itu mah bagi saya bukan hiasan, tapi malah nyumpek-nyumpekin meja kantor aja :p, hihihihi

Trus tadi pagi di bis, ada ibu-ibu 40-an yang pake anting-anting bermodel skeleton. Dengan bangganya dia bilang kalo anting-anting itu khusus dipakai setaun sekali pas Halloween. Haiyaaaa ... gak pake jubah sekalian tante, biar kayak nenek sihir :p ? Hihihihi ....

Tapi gak semua pake kostum/hiasan yang syerem-syerem kok. Ada juga yang aneh2 gak masuk akal. Seperti tadi, malem-malem, jam 9.30 malem ada cowok pake kostum India ala Gandhi (alias cuman sarung diblebetin di badan doang :D). Gaya sih gaya, nyampe rumah, masuk angin kaleee huehehehe. Trus di bus, ada cewek yang pake kostum kucing, lengkap dengan ekor, dan mukanya digambarin kumis. Ada lagi cowok yang pake sayap kayak ibu peri (gubrakkkk) lengkap dengan wand nya ... sim salabim ... :D Bener-bener ajaibbbb, anyway, I give those people two thumbs up buat keberaniannya pake kostum yang aneh-aneh. Kalo gw? Hihihihi, kayaknya gak berani deh naik bus pake kostum yang aneh-aneh.

Comments

Anonymous said…
kalo semua orang pake baju aneh kan jadi gak keliatan aneh lagi, mit :). di sini halloween lumayan rame juga. i've missed it two consecutive years. tapi yah.. kalo buat gw sih emang ada alasan religius untuk tidak ikut merayakannya :D.
Anonymous said…
kalo gitu kamu pake kebaya aja Mit :D

makasih ucapan selamatnya ya :)

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...