Skip to main content

Light Up Night

Pittsburgh tadi malam cukup dingin, sekitar 30an F. Untunglah perbekalan saya cukup lengkap. Heavy coat, scarf, sarung tangan, dan kupluk menemani saya untuk melihat "Light Up The Night", event tahunan di kota ini, ketika lampu-lampu natal di downtown mulai dinyalakan.

Downtown Pittsburgh yang biasanya suram dan berkesan tidak terlalu aman di malam hari tadi malam berubah total. Lampu-lampu natal menghangatkan suasana. Orang-orang berseliweran. Kulit putih, hitam, dan tak ketinggalan wajah-wajah Asia berbaur menyemarakkan suasana yang meriah karena terang lampu-lampu yang mempercantik kota.



Kami telat satu jam dari rencana semula (ngaret, lagi-lagi ngaret). Jam 7.30, kami baru sampai di Golden Palace Buffet untuk mengisi perut sebelum berjalan-jalan mengitari Downtown. Padahal rencananya pukul 9 kami sudah harus sampai di Point Park untuk menikmati fireworks. Untunglah, tak seperti biasanya makanan segera tersaji. Setelah berputar-putar menikmati keramaian yang tidak biasa ini (suer deh, downtown Pittsburgh biasanya kayak kota tua, hihihi), akhirnya sampai juga kami di Point Park.

Tepat jam 9, fireworks show dimulai. Selama 15 menit kami menikmati suguhan kembang api yang konon one of the best in US itu (kata Fenny :D). Kami yang tadinya berisik berceloteh sana sini tiba-tiba ternganga dan terdiam, menikmati khayalan masing-masing. Gimana nggak mau ngayal coba, keren-keren banget :D, apalagi waktu ada yang bentuk hati berwarna pink, yang membuat sebagian dari kami, cewek-cewek, termehek-mehek, hihihi.

Dengan perpaduan antara dinginnya winter, suasana natal, dan sajian kembang api yang menarik, rasanya memang tadi malam adalah event yang tepat untuk mengkhayal, sekaligus menyesali diri menjadi jomblo di suasana yang romantis itu, hahaha. Damn :p!!

Pittsburgh oh Pittsburgh, saya mulai menganggap kota ini rumah ke-empat setelah Jogja, Bandung, dan Jakarta. Namun tak bisa dihindari juga, suasana dan antusiasme menjelang Natal tadi malam membuat saya kangen pada keluarga dan teman-teman di ketiga kota itu.

Karena tidak berbekal kamera yang cukup ok untuk memotret di malam hari, foto-foto yang lain menyusul, menunggu upload dari kamera teman, hehehe.

Comments

@beradadisini said…
hwah, indah yaaaa :)

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...