Skip to main content

Mari-mari, beramai-ramai kita mulai berempati

"Mbak, aku pusing. Ditanya-tanyain melulu kapan punya anak, jadi stress."

"Udah, jangan stress. Cuekin ajah, kalau dipikirin tambah stress. Kalau kata temenku, dasar orang Indonesia. Emang kalau ditanyain kapan punya anak bisa bikin jadi hamil :p"

"Hehehe,tapi tetep aja sih, stress. Pernah nggak Mbak capek ditanya-tanya sama orang rumah?"

"Lha, kamu kan tau sendiri. Mana pacarnya, kapan nikah."

"Trus gimana dong Mbak?"

"Ya nggak bisa diapa2in. Makanya aku ngabur ke Amerika aja, hihihi."

"Tapi Mbak, soal nikah kan emang nggak bisa dipaksain."

"Nah, apa bedanya sama punya anak. Kan itu juga diluar kendali kamu, wong kamunya juga udah usaha. Tapi belum dikasih, mau diapain. Sama aja toh?"

"Iya sih ... hiks hiks, aku jadi males mudik, ditanya-tanyain melulu."

"Seriously, nggak usah ditanggapin. Tiap orang punya rejekinya sendiri-sendiri. Kalau kamu belum punya anak, it doesn't make you worse than anybody else yang duluan hamil atau punya anak. Ingat Pakde kita yang baik hati? Kurang apa beliau? Tapi beliau tidak diKasih anak, jadilah aku keponakan kesayangan, hihihi."

"Jadi?"

"Jadi ya nggak usah stress. Tar kita seneng2 aja lah di Jakarta, OK :)?"

Tolong ya people, kalau tar kita2 dah tua, jangan sampai cerita kayak gini terulang lagi, hehehe. Saya sendiri sekarang sudah kebal mulai bermetamorfosis menjadi badak. Tapi gimana dengan mereka-mereka yang tetap menjadi manusia instead of "badak" :D ? Kan kasian, hehehe. So, mari-mari, mulailah dari sekarang, kita berempati dengan tidak menanyakan pertanyaan klasik tersebut :)

Comments

Anonymous said…
setujuuu.... :)
jangan saling menyiksa dgn pertanyaan2 :D
varenti said…
I know whose conversation this is :))
Bude lgs emailin n sms in aku
At least I'm not alone to face the reality
Anonymous said…
ya! setuju banget. soale aku sendiri juga udah ngerasain gimana menyebalkannya mendapat pertanyaan soal anak. soale aku harus menuggu 8 tahun baru dapat "rejeki" anak.
Anonymous said…
heppi mudik Mita ;) ... Liebe Grüße :x
Anonymous said…
hihihi... tenangggg.. aku lagi ngumpulin jawaban jitu untuk pertanyaan2: "kapan kawin" itu, hehehe..
Anonymous said…
Hmmm Om ku lebih parah lagi loh nanyanya..rasanya pengen nonjok kok Om sendiri gitu loh...Tanyanya: Kok gak hamil2 sih? Kegemukan sih kamu soalnya makanya gak bisa hamil....arghhhhhhhhhhhh...bete ah

Salam kenal dari Bad Nauheim :)
Anonymous said…
kapan kawin? may


may be yes....

may be no.. :D

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...