Skip to main content

Mau jadi apa kalo udah besar?

25 tahun yang lalu ... alias umur 4 taun
Mau jadi apa kalau udah besar?
Jadi dokter.
Jadi bintang film. *maluuuuu banget pernah jawab begini, hahahaha :p*
Mau sekolah ke Prancis, biar kayak Papa!

15 tahun yang lalu - abege
Pengen sekolah di luar negeri. Sekolah apa? Nggak tau, hehehe ...
Tahun 2000 itu kayaknya masih jauh. Aku pasti dah jadi wanita dewasa, penampilan OK, wanita karier, hahaha.

11 tahun yang lalu - kelas 3 SMA
Mau sekolah ke Bandung! Kalau di Jogja kesannya ndompleng Mama Papa.
Mau masuk IF (red: informatika), karena temen gw aja berani, masak gw gak bisa *alasan paling geuleuh kalo sekarang inget :p*

7 tahun yang lalu - fresh graduate
Di Bandung - ternyata cita2 sekolah ke Bandung kesampean.
Heh, gw masih aja kucel pake jeans, nggak kayak bayangan gw waktu kecil, hahaha.
Mau jadi apa? Nggak tau, yang penting dapet kerja yang bagus!
Mau sekolah lagi! Mau sekolah apa? Pokoknya sekolah lagi, jalan2 ke luar negeri :D

2 tahun yang lalu
Yey, gw keterima di US. Cita2 masa kecil tercapai, walaupun gak ke Prancis.

Sekarang
Bentar lagi gw lulus. Gw mau jadi apa abis itu :)? Yang jelas nggak jadi bintang film, huahaha. Pertanyaan masa kecil mulai terngiang2 lagi. Mau jadi apa? Either to go back to private sector, or being a full time researcher?

This posting is especially dedicated to my parents, who always encourage me to achieve the highest things, especially education. Thanks God, for guiding me through the years, always giving me the best opportunities to achieve the most of my dreams. And now again, I need your guidance for another crossroad. Seems puzzle as always, but You will never leave me alone, rite :) ?

Comments

Anonymous said…
mimpi dan imajinasi bagaikan stimulasi diri.. tanpanya hari2 bakal terasa mati... :) lagian.. akan selalu ada kejutan di rentang jalan yang dilalui.. karena hidup memang bukanlah sebuah "destiny".. hi.hi. :)
Anonymous said…
sekolah lagi .... kan ke perancisnya belum.

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...