Skip to main content

Once a cheater always be a cheater?

My friend said "Once a cheater always be a cheater". Is it true? Everyone does have a right for second chance, right? But what if instead of using their second chance wisely, they do the same mistake again? Cheat again?

Comments

Nyoman Winardi said…
Hi Mom,

Trust me, kadang orang memang susah berubah ... once a cheater always will be a cheater ... :)

Cheater is the best ... nice guy finish last ...
Vina Revi said…
berarti orang tersebut emang berbakat dodol. gak pernah bisa belajar dari pengalaman. ato justru karena dia belajar dari pengalaman bahwa menjadi pecundang itu menyenangkan?
Anonymous said…
Ya nggaklah
Anonymous said…
hmmm... susah juga sih..
tapi banyak yang bisa kok Mita :)
Anonymous said…
Menurut gw sih number-1 adalah mental. Jadi klo mental cheater ya hrs dibuang jauh-jauh. Be a winner gitu.
Anonymous said…
parah (dan sering)nya sekali nge-cheat.. cenderungnya malah bakalan nge-cheat.. ttg hal yg lebih serius... piye yen ngono kuwi, Mit:)
Unknown said…
the answer is.. Depends.. :)

not always.. ;)

hi hi hi

Popular posts from this blog

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...

Cause we both know that expectation kills ...

A friend said, "You are going nowhere, until any of you have the guts to talk about what kind of relationship it is. Even if you both only want companionship, it should be discussed to avoid misunderstanding.Then it's just the matter of time until you both get exhausted." Too bad, I don't have the courage.