Skip to main content

Lagi-lagi pilihan

Sekali lagi, pilihan ada di depan saya. Dan saya merasa bahwa saya benar-benar sendirian. I am on my own. Orang tua dan keluarga saya ada ribuan kilometer di belahan dunia yang lain. Suami/pacar saya nggak punya. Sahabat, ya, ada beberapa sahabat saya. Tapi somehow saya merasa sendirian dalam membuat keputusan. Dan saya takut.

Ingin rasanya pulang ke rumah, merebahkan badan ke kasur yang empuk dan terbangun karena obrolan-obrolan orang tua saya di ruang tengah. Ingin rasanya saya bisa pulang, menghirup secangkir kopi bersama adik dan sepupu-sepupu saya, bertukar pikiran tentang semua konsekuensi dari pilihan yang harus saya ambil. Ingin rasanya melarikan diri ke gereja Kotabaru. Walaupun hanya duduk diam, memohon restu pada Dia yang memberi saya hidup.

Tapi toh semua cuma keinginan :) Keputusan saya lah yang membawa saya kemari, sendiri menjejakkan kaki di kota ini. Jadi, ini adalah konsekuensi dari pilihan saya sebelumnya.

Tuhan, saya cuma minta supaya Engkau menjaga saya. Supaya saya tak salah pilih. Dan jangan biarkan saya merasa sendirian ...

Comments

Anonymous said…
memilih atau tidak memilih... itu juga pilihan ;)
varenti said…
Hidup itu pilihan...
Tanggung jawab atas pilihan itu yg sulit..

you're not alone.
Your family will take care of you all the times you need them
Anonymous said…
kemarin.. hari ini.. dan esok.. ketiganya adalah jalinan beragam pilihan yang setiap saat mesti diambil hingga menjadi sebuah mozaik indah kehidupan.. *halaaah..* :)

biasa ke KoBar, Mit? duh.. kangen juga saya saya sama gambar2 unik di dinding atasnya.. :D
mamiex said…
memilih atau tidak memilih tapi memang kudu milih..urip kan mung sak dermo nglakoni..manusia berusaha, meminta, tapi tetap Dia yang selalu mepunyai hak prerogatif tentang sebuah hasil..
ari_hartanto said…
Aku juga seneng menenangkan diri di gereja kotabaru, tapi duluuu banget, sekarang dah nggak sempat lagi... pikiran suntuk jadi berangsur-angsur hilang kalo udah berdiam diri duduk di dalam keheningan di sana...

Jadi kangen pingin ke sana...
Anonymous said…
Udam milih ??? Kok lama gak update
biarpun mungkin kita salah pilih, Tuhan bisa memakainya demi kebaikan kita kok. percaya aja ;) kita bisa belajar dari banyak hal kan?

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...