Skip to main content

Whatsup lately?

Not much :) Tapi omong2 gw lama nggak nulis. Nah, gw cerita aja tentang 2 "anak" gw. Sejak gw pindah ke Centre Ave, gw jadi "single mother" dengan 2 "anak" :p, si kurus dan si gemuk. Resminya mereka adalah temen2 kerja gw, sesama anak Informatika ITB yang terdampar di Pittsburgh.

Si sulung alias si kurus tidak terlalu merepotkan. Mungkin dia tidak terlalu merepotkan karena tidak suka makan ya :p Saking kurusnya, dulu gw lebih kenal nama panggilan dia "skeleton" dibanding nama aslinya :p *piss man :p*. Si kurus ini sukanya programming dan nyela gw (baca: melakukan mental abuse terhadap seniornya ini) sebagai balas dendam karena dulu gw katanya senior paling kejam waktu nge-os dia. Si kurus ini lumayan pinter masak, jadi kalo lagi males masak gw bisa nodong masakannya. Tapi ati2 kalo masak di depan dia, gak perfect dikit aja, dia bisa ngomel2 panjang lebar. Capeee deh :p

Nah, yang nomer dua alias si gendut ini, yang bikin gara2 dan bikin panggilan "mom" ke gw. Karena tinggi besar dan agak2 tanned :D, kalo lagi di bis dia selalu dilirik2 sama cewek2 kulit hitam (kayaknya mereka nganggep dia sebagai prince charming :p) Sayangnya dia nggak mau ngaku bahwa dia bangga dilirik2 sama ce2 itu. Dia lebih suka ngeliatin cewek2 "bule anak bawang" - kayak dia bukan anak bawang aja :p Si gendut ini makannya banyak, hobinya bikin bangkrut restaurant all u can eat. Karena body mass nya yang lebih dari rata2 orang lain, nggak gampang bikin dia high dengan ngasih dia minuman beralkohol (orang laen boleh dah haha hihi, tapi buat dia, alkohol nya dengan mudah terserap ke segala penjuru tubuh, hehehe).

Untung juga ada si kurus dan si gendut di kantor dan di apartment ini. Ruangan 6029 (ruangan kami bertiga) menjadi ruangan paling berisik di jurusan Health Information Management. Rame booo. Di apartment, walaupun mereka gak satu lantai ma gw, tapi at least gw ada temen buat pergi ke grocery shop dan nggak cengok kalo lagi sepi. Ruginya? Ya, rugi2 dikitlah. Makanan gw lebih cepet abis, terutama kalo si gendut mampir. Barusan gw goreng tempe, eh, dah hampir amblas :p

Sayangnya gw gak ada foto ber3 bareng mereka. Tar deh kalo ada, disusulin posting di sini.

Comments

Anonymous said…
hihihih.. seneng dong ada temen...

pa kabar jeng.. mami mita? ;)
Anonymous said…
that's what friends are for... Mom :)

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...