Teman: Di Indo mah nggak ada yang applicable, kecuali korupsi, jalan2 studi banding ...
Saya: *Deg* Kamu keterlaluan ih :) ...
Ya, memang Indonesia porak poranda. Sampai saya mati pun, rasanya saya nggak akan mati dalam keadaan melihat Indonesia yang jauh lebih baik dari sekarang. Mungkin generasi cucu saya pun akan mati dalam keadaan melihat Indonesia yang masih begini-begini saja.
Tapi masih ada setitik rasa *tsah* untuk tempat yang porak poranda itu. Serius, saya masih berharap bahwa suatu hari saya, kamu, dan teman-teman yang lain, bisa membuat keadaan menjadi lebih baik. Tentu saja tidak seperti tongkat ibu peri yang menyelesaikan masalah dalam sekejab. Mungkin saja tingkat kegagalannya 95%. Tapi toh masih ada 5% probability?
Kenapa saya tiba2 posting begini? Karena saya capek, capek melihat keadaan yang tidak kunjung membaik. Capek dengan ketakutan dan kepengecutan saya sendiri, yang menghalangi saya untuk langsung pulang ke tanah kelahiran saya.
Duh, emang bisa apa saya kalau pulang? Paling2 juga jadi budak kapitalis (halah, bahasanya kayak aktivis kampus jaman baheula)?! People, some facts, and indeed that conversation are is really bothering me.
Pulang yuk?
Saya: *Deg* Kamu keterlaluan ih :) ...
Ya, memang Indonesia porak poranda. Sampai saya mati pun, rasanya saya nggak akan mati dalam keadaan melihat Indonesia yang jauh lebih baik dari sekarang. Mungkin generasi cucu saya pun akan mati dalam keadaan melihat Indonesia yang masih begini-begini saja.
Tapi masih ada setitik rasa *tsah* untuk tempat yang porak poranda itu. Serius, saya masih berharap bahwa suatu hari saya, kamu, dan teman-teman yang lain, bisa membuat keadaan menjadi lebih baik. Tentu saja tidak seperti tongkat ibu peri yang menyelesaikan masalah dalam sekejab. Mungkin saja tingkat kegagalannya 95%. Tapi toh masih ada 5% probability?
Kenapa saya tiba2 posting begini? Karena saya capek, capek melihat keadaan yang tidak kunjung membaik. Capek dengan ketakutan dan kepengecutan saya sendiri, yang menghalangi saya untuk langsung pulang ke tanah kelahiran saya.
Duh, emang bisa apa saya kalau pulang? Paling2 juga jadi budak kapitalis (halah, bahasanya kayak aktivis kampus jaman baheula)?! People, some facts, and indeed that conversation are is really bothering me.
Pulang yuk?
Comments
buka usaha sendiri aja he he he
-mamanya sofi-
Mending gak usah pulang dulu :P kerja di US sampai tabungan banyak, tajir mampusss trus baru pulang deh hongkang2x kaki :D hahahahaha