Skip to main content

Etc etc

Dear sobat lama,

Sekarang semuanya terasa lebih ringan. Jalan di depanku masih saja tampak tak berujung, tapi kujalani saja, tanpa mencoba menyusuri jejak langkah di belakangku. Menengok ke belakang sih masih, tapi hanya satu dua detik, dan setelah napas panjang, kulanjutkan kembali perjalananku.

Kunikmati setuntasnya perjalanan ini, hal-hal remeh temeh yang ada sehari-hari. Ada sahabat lama yang selalu mensupport-ku, teman-teman sekerja yang membuatku tertawa, teman-teman baru yang banyak membantuku akhir2 ini. Ada pula hiburan-hiburan kecil dan liburan-liburan singkat, yang semuanya membuat hidup terasa lebih ringan.

Tentu saja aku tak luput dari masalah. Belum sempat kuceritakan tentang landlord brengsek dan keputusan mendadakku untuk pindah apartment, $$$ yang melayang karena aku kurang hati-hati, rencana ke depan yang tampaknya harus diubah total, dan daftar panjang yang harus kulakukan dalam tiga bulan ke depan : kursus menyetir, mengurus sim, mencari apartment baru (lagi!), packing dan pindahan (lagi!), meminta permanent employment, dst dst.

Capek, itu pasti. Tapi Alhamdulilah & puji Tuhan semuanya masih dalam kendali. Sekarang giliran kalian, ada cerita apa di seberang sana? Cerita yang lucu-lucu saja, kau tahu, aku sedang anti dengan hal-hal yang serius dan memusingkan, bahkan membaca diskusi penting dan serius di milis pun membuatku malas, like i don't belong there, if you know what i mean ;)

Comments

Anonymous said…
Berjalan bersamaMu Tuhan.
Itu segalanya.
Anonymous said…
tunggu foto-foto dari Sofi & Prana weekend ini ;)
Anonymous said…
beberapa waktu ga ngobrol dgmu...
ternyata banyak yg terjadi denganmu..
tp skrg tampaknya sudah ada titik terang bukan?
you go girl!!!

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...