Skip to main content

Good Friday

Jumat Agung kali ini, seperti biasanya aku lewati di Jogja. Tadi pagi aku ikut jalan salib, tumben2an lho ... hehehe ... Ada pengantar yang bagus dari narator ...

"Mengapa lari dari sepi ..."
"Mengapa lari dari sakit hati ... "
"Tuhan juga mengalami nya ... "
"Tapi ia tak lari, tak turun dari salib ... "

Mengapa aku harus lari dari kenyataan bahwa ada rasa sepi dan sakit di hati ini? Aku sudah muak dengan diri ku sendiri, yang meratapi keadaan yang sungguh di luar jangkauanku, sesuatu yang tidak bisa kuubah. Mengapa kamu tidak bersikap positif terhadap hidupmu? Berapa banyak kemurahan Tuhan yang selama ini sudah kamu rasakan ... Iya, aku hidup dengan segala kelimpahan, tapi jarang aku mengucap syukur atas semuanya. Lebih sering aku merasa tidak cukup, dan merasa bahwa Ia tidak pernah mendengar doaku ...

Kalau lagi bisa mikir seperti ini ... hatiku jadi agak tenang ... Everything seems better ... Tapi gimana ya caranya biar selalu tenang dan gak mikir aneh2? Aku belum menemukan jawabannya, tapi aku akan mencoba terus ... buat menjadikan hidupku ini lebih positif dari sebelumnya.

Popular posts from this blog

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...

Cause we both know that expectation kills ...

A friend said, "You are going nowhere, until any of you have the guts to talk about what kind of relationship it is. Even if you both only want companionship, it should be discussed to avoid misunderstanding.Then it's just the matter of time until you both get exhausted." Too bad, I don't have the courage.