Jumat Agung kali ini, seperti biasanya aku lewati di Jogja. Tadi pagi aku ikut jalan salib, tumben2an lho ... hehehe ... Ada pengantar yang bagus dari narator ...
"Mengapa lari dari sepi ..."
"Mengapa lari dari sakit hati ... "
"Tuhan juga mengalami nya ... "
"Tapi ia tak lari, tak turun dari salib ... "
Mengapa aku harus lari dari kenyataan bahwa ada rasa sepi dan sakit di hati ini? Aku sudah muak dengan diri ku sendiri, yang meratapi keadaan yang sungguh di luar jangkauanku, sesuatu yang tidak bisa kuubah. Mengapa kamu tidak bersikap positif terhadap hidupmu? Berapa banyak kemurahan Tuhan yang selama ini sudah kamu rasakan ... Iya, aku hidup dengan segala kelimpahan, tapi jarang aku mengucap syukur atas semuanya. Lebih sering aku merasa tidak cukup, dan merasa bahwa Ia tidak pernah mendengar doaku ...
Kalau lagi bisa mikir seperti ini ... hatiku jadi agak tenang ... Everything seems better ... Tapi gimana ya caranya biar selalu tenang dan gak mikir aneh2? Aku belum menemukan jawabannya, tapi aku akan mencoba terus ... buat menjadikan hidupku ini lebih positif dari sebelumnya.
"Mengapa lari dari sepi ..."
"Mengapa lari dari sakit hati ... "
"Tuhan juga mengalami nya ... "
"Tapi ia tak lari, tak turun dari salib ... "
Mengapa aku harus lari dari kenyataan bahwa ada rasa sepi dan sakit di hati ini? Aku sudah muak dengan diri ku sendiri, yang meratapi keadaan yang sungguh di luar jangkauanku, sesuatu yang tidak bisa kuubah. Mengapa kamu tidak bersikap positif terhadap hidupmu? Berapa banyak kemurahan Tuhan yang selama ini sudah kamu rasakan ... Iya, aku hidup dengan segala kelimpahan, tapi jarang aku mengucap syukur atas semuanya. Lebih sering aku merasa tidak cukup, dan merasa bahwa Ia tidak pernah mendengar doaku ...
Kalau lagi bisa mikir seperti ini ... hatiku jadi agak tenang ... Everything seems better ... Tapi gimana ya caranya biar selalu tenang dan gak mikir aneh2? Aku belum menemukan jawabannya, tapi aku akan mencoba terus ... buat menjadikan hidupku ini lebih positif dari sebelumnya.