Skip to main content

Sendang Sriningsih

Paskah 2004 ...

Kemarin aku pergi ke Sendang Sriningsih. Telah sekian lama entah karena sibuk atau malas ... aku kehilangan kebiasaan ku mengunjungi Gua Maria untuk berdoa, atau kadang sekedar ke sana untuk ketemuan sama teman2 atau menghilangkan kepenatan.

Perjalanan kemarin seakan membawaku kembali ke hari2 sekitar 8-10 tahun yang lalu, ketika aku masih remaja belasan tahun, belum genap 17 tahun malah! Di hari-hari itu, aku beberapa kali pergi ke Sriningsih bersama teman2ku. Setiap bulan Maria, mudika Bonaventura selalu mengadakan acara ziarah ke Gua Maria, pernah ke Sendangsono, Gua Tritis, Jatiningsih, tapi yang paling sering adalah ke Sriningsih, karena jaraknya yang relatif dekat.

Beberapa kali aku kesana naik sepeda, menembus dinginnya malam bersama teman2 ... aku sudah lupa sepeda apa yang aku pakai. Kalau gak salah, sepeda mini merahku pun pernah sampai ke Sriningsih. Pernah juga kami jalan malam ke sana ... mendaki bukit kecil yang ada di sana, beramai2 ...

Sekarang, kenangan itu kembali lagi. Kenangan yang nun jauh di hari2 yang lalu ... bertahun2 yang lalu. Ada kenangan tentang my first true love, gandengan tangan pertama :) ... kenanganku tentang malam2 yang riuh rendah bersama teman2. Semua tampak begitu indah. Aku yang dulu bukan aku yang sekarang ... aku yang dulu adalah teenager yang menikmati dunianya. Naif, tapi itulah remaja ...

Kemaren teman masa remajaku menemani aku menelusur kembali jalanan itu. Bukan naik sepeda seperti dulu, tapi naik motor. Hamparan hijau sawah, bau tanah yang sedang dibajak, teriknya matahari ... semua mengingatkan aku akan kenangan indah masa remaja.

Aku yang sekarang bukanlah aku yang 10 tahun yang lalu. Banyak hal berubah. Dunia telah berubah. Tapi tetap ada satu kerinduan untuk pulang, kembali memiliki hati seorang teenager yang sederhana tapi ceria seperti 10 tahun yang lalu :)

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...