Skip to main content

Good luck!

Pagi ini Deweu, sahabat saya sejak kuliah, pulang ke Bali. Dia adalah salah satu penerima beasiswa Sampoerna tahun ini. Rencananya bulan depan dia akan berangkat untuk melanjutkan sekolah di UCLA.

Belakangan ini, dia adalah sahabat yang paling sering menemani saya jalan. Gak heran kalau dia memberi saya gelar 'default'. Default teman jalan, hehehe. Berbeda dengan Setio, sahabat saya yang sangat teratur dan apa2 dipikirin *kayak mikir negara*, teman saya yang satu ini lebih spontan dan gak terlalu pikir panjang untuk hal-hal tertentu. That's why mana kala saya tidak berani cerita tentang kelakuan saya ke Setio - demi menghindari helaan napas panjang, omelan, atau kata-kata 'no comment', Deweu yang menjadi tempat cerita saya. Biasanya dia hanya ketawa-tawa, atau malah menambah bumbu-bumbu ...

Hmmm, ada a little bit rasa kehilangan juga. Gak ada teman yang nyamperin ke kost untuk sekedar nyari makan pagi, atau cerita-cerita bentar, sebelum kami masing-masing kembali ke kesibukan kami. Anyway, good luck buat Deweu ...

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...