Semua kenangan indah tentangmu yang terbingkai dalam jiwaku,
Kini akan kulemparkan ke dalam sungai yang begitu dingin ini.
Biar dia membunuh asaku, menyirnakan kehangatan yang sejenak pernah kauberikan,
Membekukan semua luka yang timbul karenanya.
Sehingga segala kesedihanku akan sirna,
Segala kenangan tentangmu akan membeku, menjadi batu, hanyut dibawa arus.
Ini hampir setahun sejak percakapan kita di gerai kopi larut malam itu. Pikiran jernih yang saling kita ungkapkan malam itu ternyata tak cukup memberikan kekuatan kepada saya untuk tidak mematahkan hati saya sendiri. Setahun berlalu, cinta saya belum terhapus, bahkan bertumbuh. Saya masih menunggu, berharap bahwa waktu dan cinta akan memihak kepada saya. Mungkin sekarang waktunya untuk melupakanmu, setelah setahun penantian yang sia-sia dan menyiksa.
Kini akan kulemparkan ke dalam sungai yang begitu dingin ini.
Biar dia membunuh asaku, menyirnakan kehangatan yang sejenak pernah kauberikan,
Membekukan semua luka yang timbul karenanya.
Sehingga segala kesedihanku akan sirna,
Segala kenangan tentangmu akan membeku, menjadi batu, hanyut dibawa arus.
Ini hampir setahun sejak percakapan kita di gerai kopi larut malam itu. Pikiran jernih yang saling kita ungkapkan malam itu ternyata tak cukup memberikan kekuatan kepada saya untuk tidak mematahkan hati saya sendiri. Setahun berlalu, cinta saya belum terhapus, bahkan bertumbuh. Saya masih menunggu, berharap bahwa waktu dan cinta akan memihak kepada saya. Mungkin sekarang waktunya untuk melupakanmu, setelah setahun penantian yang sia-sia dan menyiksa.
Comments