Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2005

Prinsip dan Dasar

Dah lama tidak posting. Ini ada petikan yang saya temukan di antara dokumen saya. Dulu, beberapa teman sering mengingatkan saya tentang petikan ini, sudah lama sekali rasanya. Saya tulis saja di sini, supaya saya kembali ingat ... PRINSIP DAN DASAR • Manusia diciptakan untuk memuji, menghormat, dan mengabdi Allah Tuhan kita dan dengan demikian menjadi selamat. • Segala sesuatu yang lain di atas bumi diciptakan untuk membantu manusia dalam mencapai tujuan itu. • Jadi, manusia harus memakai segala ciptaan sejauh menolongnya dalam mencapai tujuan itu, dan harus membuang segala ciptaan sejauh menghalanginya dalam mencapai tujuan itu. • Maka kita harus aktif berusaha untuk menjadikan diri kita bersikap lepas babas terhadap segala ciptaan, sejauh halnya terletak dalam kebebasan kita, dan sejauh tidak terlarang. Konsekuensinya adalah sejauh tergantung dari kita, kita tidak lebih menginginkan dan lebih memilih : kesehatan daripada sakit, kekayaan daripada kemiskinan, kehormatan daripada kehin...

Hidup makin susah di Jakarta

Keluar dari halte busway siang itu, saya disambut kesemrawutan lalu lintas di sekitar Stasiun Kota. Kalian tentu bisa membayangkan suasana yang terjadi tiap hari tersebut. Angkot-angkot yang ngetem, manusia yang lalu lalang, suara-suara klakson mobil yang saling berteriak, dan panas terik matahari. Menggambarkannya saja membuat saya berkeringat dan kehausan, hahaha. Cepat-cepat saya menyeberang dan masuk ke salah satu angkot. Seorang bule tiba-tiba menyeberang ke segitiga di tengah jalan yang ramai itu, mengeluarkan kameranya, dan membidik kesemrawutan tersebut sebagai objeknya. Saya sibuk mengira-ngira apa yang ada di pikirannya. Objek apa yang menarik perhatiannya, kesemrawutan ini kah? Mungkin ketika orang itu pulang ke negaranya, dia akan menunjukkan foto itu ke teman-temannya dan berkata : “Lihat, ini kesemrawutan di sebuah negara dunia ketiga, Indonesia. Negara yang katanya penghasil minyak bumi, tapi justru sedang terpukul perekonomiannya karena kenaikan harga minyak dunia. Nega...

Emosi-emosi yang membahagiakan

Beberapa hari ini saya banyak dikelilingi oleh emosi-emosi yang membahagiakan dari orang-orang di sekeliling saya. Walaupun bisa dikatakan tak ada yang berhubungan langsung dengan saya, kebahagiaan itu menular, menghinggapi diri saya :) Dimulai dengan kejutan kecil yang saya dapatkan dari sahabat saya (lihat posting saya sebelumnya ;), kebahagiaan-kebahagiaan kecil terus bermunculan pada diri orang-orang yang saya sayangi. Tebak apa yang membuat saya tertular berbahagia ? Karena mereka menyertakan diri saya dalam kebahagiaan itu. Kemanusiaan saya, tak bisa saya pungkiri, membuat saya pun kadang ingin diperhatikan, disayangi, dan merasa dibutuhkan. Sangat manusiawi bukan? Seorang teman menuturkan kebahagiaan yang dirasakannya, ketika ia mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari orang-orang di sekitarnya. Ia merasa berbahagia karena ternyata orang-orang itu masih mengingat dirinya. Memang betul apa yang dikatakannya, tapi sudah saya katakan, kebahagiaan itu seperti virus yang cepat me...

My best friend's lifetime decision

Kemaren siang HP saya tiba2 berbunyi, sebuah pesan masuk: “I am getting married next year. Awal tahun depan keluarga kami berkenalan secara resmi. Minggu kemarin kami bertemu dengan orang tuaku dan orang tuanya. Tahun depan aku pindah ke Jogja mengikuti suamiku”. Heh, it’s like a dejavu. Baru sehari sebelumnya saya blogwalking ke salah satu blog favorit saya *as a silent reader :) *, ceritanya tentang seorang teman yang tiba-tiba memutuskan untuk menikah karena ingin sebuah kehidupan yang simpel dan indah seperti di fairy tale, tiba-tiba saja hal yang sama terjadi dalam kehidupan sahabat saya. “Heh, what ??!! “ cuma itu yang bisa saya tulis dalam reply kepada nya. Buru-buru saya mengkoreksinya, jemari saya menekan angka – angka itu. 0817xxx … dialing … “Halo, eh Mit, barusan aku terima sms mu, baru aku mau balas, kamu sudah telpon.” “Hei, Non, are you serious?” “Iya Mit, I am serious … I know that it is shocking, yes, it shocks everybody …” “Aku ingat beberapa minggu yang lalu kamu sm...

Bali bombing II - Belasungkawa

Sekali lagi orang-orang gila itu meledakkan bom di Bali, dan kembali lagi orang-orang yang tidak tahu menahu menjadi korbannya. Seorang teman, tadi memasang status ini di YM nya : “Terlalu sedikit kesadaran, terlalu sedikit cinta, terlalu sedikit kebahagiaan, hanya karena terlalu banyak pembicaraan mengenai Tuhan.” Betul yang dikatakannya. Jika ada yang mengatakan bahwa agama membawa orang kepada kebajikan, saya akan bertanya, mana buktinya? Mungkin sekarang Tuhan sedang menangis melihat nama-Nya disalahgunakan.

Ten things I desperately want right now:

Dapat visa US Sepotong cheese cake, ditemani secangkir es cappucinno :) Ketemuan dengan sahabat-sahabat lama, tapi tidak lagi di Jakarta. US or France will do hahaha. Punya kesabaran yang tak terbatas. Honda Jazz Menyelesaikan baca biografinya John Nash – “The Beautiful Mind” – Gak selesai-selesai euy… Vatican and Lourdes with the whole family, ngimpi kali ye :p! Lemari buku yang besar, berwarna biru muda, lengkap dengan kaca, supaya buku-buku di dalamnya tidak kotor dan rusak. Perut rata tanpa susah-susah sit-up, huehehe. The last one, I want to sleep …. Zzzz zzzz zzz …

Sudah cukup

Sudah cukup, saya tidak mau bercengeng-cengeng lagi. Sahabat saya tertawa mendengarnya dan berkata, “Yakin Mit ? Bukannya sudah berkali-kali bilang begitu ?“ Hahaha, memang benar kata-katanya, sudah berkali-kali saya berkata seperti itu dan selalu saja gagal. Sekarang saya mencobanya sekali lagi ;) Berat sekali waktu kemarin saya berkata “TIDAK” untuk sebuah permintaan kecilnya. Tetapi jika saya tidak melakukannya, selamanya dia akan menganggap bahwa saya selalu ada, taken for granted. Saya tidak bisa lagi selalu berkata “OK”, “YA”, untuk permintaannya, sementara ia sering berkata “TIDAK” kepada saya, bahkan di saat saya sangat memerlukan kehadirannya. Dia selalu berkata bahwa dia tidak percaya pada pertemanan. Baginya pertemanan hanya merupakan manifestasi kebutuhan dan kepentingan dua orang individu. Ketika dua individu bertemu, kemudian ternyata mereka punya kesamaan kepentingan, dan mereka bisa saling melengkapi kebutuhan mereka, maka timbullah pertemanan, persahabatan, atau cinta....