Skip to main content

Prinsip dan Dasar

Dah lama tidak posting. Ini ada petikan yang saya temukan di antara dokumen saya. Dulu, beberapa teman sering mengingatkan saya tentang petikan ini, sudah lama sekali rasanya. Saya tulis saja di sini, supaya saya kembali ingat ...

PRINSIP DAN DASAR

• Manusia diciptakan untuk memuji, menghormat, dan mengabdi Allah Tuhan kita dan dengan demikian menjadi selamat.
• Segala sesuatu yang lain di atas bumi diciptakan untuk membantu manusia dalam mencapai tujuan itu.
• Jadi, manusia harus memakai segala ciptaan sejauh menolongnya dalam mencapai tujuan itu, dan harus membuang segala ciptaan sejauh menghalanginya dalam mencapai tujuan itu.
• Maka kita harus aktif berusaha untuk menjadikan diri kita bersikap lepas babas terhadap segala ciptaan, sejauh halnya terletak dalam kebebasan kita, dan sejauh tidak terlarang. Konsekuensinya adalah sejauh tergantung dari kita, kita tidak lebih menginginkan dan lebih memilih : kesehatan daripada sakit, kekayaan daripada kemiskinan, kehormatan daripada kehinaan, umur panjang daripada umur pendek. Begitu juga terhadap hal-hal yang lain.
• Satu-satunya pilihan dan keinginan kita adalah apa yang lebih menolong kita untuk mencapai tujuan kita diciptakan.

saya tidak tahu pengarang aslinya, tapi ini adalah warisan St. Ignasius Loyola

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...