Skip to main content

Beruntung

Hp saya bergetar, Kalista, adik sahabat saya:
"Mbak, aku keterima kerja di Jkt, weekend ini temenin aku nyari kontrakan buat aku dan Mama ya ...".

Jadilah hari Minggu itu saya menemaninya hunting rumah kontrakan. Setelah berputar-putar tanpa hasil, kami memutuskan pergi ke daerah Senopati untuk cari kost instead of rumah kontrakan, at least untuk satu bulan pertama. Beruntunglah kami, it's just the very right time ketika saya menelpon Mr. Sibuk :), sahabat saya yang pernah kost di daerah itu. Si bapak itu pas sekali mau mengambil beberapa barangnya yang tertinggal di kost lama, jadilah dia mengantar kami ke sana. Meluncurlah kami ke Senopati, walaupun dengan perasaan sangsi karena kost tersebut terkenal laku keras. Sesampai di sana, ternyata ada kamar kosong. Tepat hari itu ada yang barusan ‘dipaksa pindah’ oleh ibu kost, hehehe. Keberuntungan kedua

“Ck ck ck, anak ini keberuntungannya bagus banget ya. Everything is just at the right time, hehehe”, kata saya.

Komentar saya langsung diiyakan oleh sahabat saya, sementara yang bersangkutan tertawa-tawa hepi mendengar pembicaraan kami berdua. Di tengah-tengah pembicaraan itu tiba-tiba HP Kalista berbunyi.

“Halo, iya Ma, sekarang aku lagi bareng Mita dan Setio.”
[suara di ujung telpon]
“Sudah Ma, kost nya sudah dapat. Tapi rumah kontrakannya belum dapat …”
[suara di ujung telpon]
“Amin Ma. Oke Ma, daagg … “


“Salam dari Mama buat kalian berdua. Kata Mama masalah belum dapet rumah kontrakan di bawa dalam doa saja …”
“Tuh Mit, dengerin … bawa dalam doa … Itu bedanya elu dan anak ini, makanya anak ini selalu diberkati. Mita dah lupa dengan yang satu itu, Lista. Semua serba dirasionalkan, huehehe ... bener nggak Mit ??”


Dzigg , sialan, rasanya pengen nonjok Setio saat itu juga :). Dia tertawa-tawa nyengir puas melihat saya yang cuma bisa tersenyum kecut, mengumpat-umpat dalam hati.

Hehehe, apa yang salah jadi rasional? Bukannya Tuhan sudah menyerahkan hidup manusia ke tangan kita masing2, dan rasio adalah salah satu survival tools, rite ;) ? Ah, sudahlah, kita sudahi saja posting kali ini, tiba-tiba kehilangan ide untuk meneruskan ;)

Comments

Jilbab Modis said…
mbak mita mo nanya niy alamat t4 kost di senopati apa ya? kebetulan aku jg lg cari niy, tq

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...