Pagi ini saya terbangun dengan kepala pusing dan perasaan konyol sekalee gara-gara kejadian semalam. Gara-gara address book yang hilang, saya baru sadar semalam bahwa beberapa hari ini saya sms-an dengan orang yang salah :p Duh, konyol banget rasanya Pantesan ada sesuatu yang rasanya salah, gaya kalimatnya di sms kok beda banget dengan gaya bicaranya waktu saya ketemu dengan orang itu berbulan-bulan yang lalu. *Ini pun saya cuma samar-samar ingat, hahaha*
Saya jadi senyum-senyum sendiri. Kemarin memang banyak kejadian2 yang bikin ketawa sendiri, salah satunya di pagi hari, sebuah pesan masuk ke kotak surat. Ucapan terima kasih dari seorang sahabat. Sekilas saya baca, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum dan tertawa membacanya, “Mit, sadar gak sih kalau kamu jadi malaikat buat kami selama ini ?” Huahahaha, jangan hiperbola gitu dong! I am far from angelic, tak ada aura memancar di sekitar kepala saya, dan saya lebih cocok digambarkan dengan tanduk di kepala, tertawa nyengir memegang garpu. Sahabat saya yang satu ini memang ada-ada saja. Salah minum obat apa dia semalam? Sambil nyengir kuda, saya membayangkan jika saya menerima pesan ini di masa muda saya *aduh, tuwir bener rasanya*, bukan sekarang. Pastilah saya tidak bisa tidur dibuatnya :D Kayaknya dia harus lebih hati-hati untuk melontarkan pujian ke wanita-wanita di sekitarnya, whahahaha :)). Salah persepsi, para wanita itu bisa klepek-klepek dibuatnya, sementara dia tidak sadar bahwa itu karena pujian darinya, kan kasihan mereka … hahaha
Buat sahabat saya: terima kasih telah membuat saya tersenyum dan tertawa, hiburan di pagi hari sebelum kerja, hahaha. Tapi ingat, ‘malaikat’ kan juga manusia, punya rasa punya jiwa, haha hihi hehe hoho.
Lho, kok jadi garing begini :D, Sudah ah, kepala saya masih nyut-nyutan nih, padahal sudah makan siang lho!
Saya jadi senyum-senyum sendiri. Kemarin memang banyak kejadian2 yang bikin ketawa sendiri, salah satunya di pagi hari, sebuah pesan masuk ke kotak surat. Ucapan terima kasih dari seorang sahabat. Sekilas saya baca, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum dan tertawa membacanya, “Mit, sadar gak sih kalau kamu jadi malaikat buat kami selama ini ?” Huahahaha, jangan hiperbola gitu dong! I am far from angelic, tak ada aura memancar di sekitar kepala saya, dan saya lebih cocok digambarkan dengan tanduk di kepala, tertawa nyengir memegang garpu. Sahabat saya yang satu ini memang ada-ada saja. Salah minum obat apa dia semalam? Sambil nyengir kuda, saya membayangkan jika saya menerima pesan ini di masa muda saya *aduh, tuwir bener rasanya*, bukan sekarang. Pastilah saya tidak bisa tidur dibuatnya :D Kayaknya dia harus lebih hati-hati untuk melontarkan pujian ke wanita-wanita di sekitarnya, whahahaha :)). Salah persepsi, para wanita itu bisa klepek-klepek dibuatnya, sementara dia tidak sadar bahwa itu karena pujian darinya, kan kasihan mereka … hahaha
Buat sahabat saya: terima kasih telah membuat saya tersenyum dan tertawa, hiburan di pagi hari sebelum kerja, hahaha. Tapi ingat, ‘malaikat’ kan juga manusia, punya rasa punya jiwa, haha hihi hehe hoho.
Lho, kok jadi garing begini :D, Sudah ah, kepala saya masih nyut-nyutan nih, padahal sudah makan siang lho!
Comments