Skip to main content

Sepinya …

Hiruk pikuk perjalanan mulai berakhir. Satu per satu teman dan sahabat seperjalanan saya berbelok, menemukan teman berbagi, kemudian membelok menuju sebuah tempat yang bernama ‘harmoni’, ‘relationship’.

Dewi, sahabat saya, akhirnya menemukan pencahariannya. Seorang teman lain yang dulu pernah ada di hati bahkan kini sedang menanti kehadiran anak-anak pertamanya, kembar :) – saya tersenyum membayangkan kelucuan anak-anak itu kelak, sekaligus merasa perih dan sesak di dada. Sepasang teman lama saya tampaknya kembali bersama (I’m happy for you guys :). Salah seorang sahabat terdekat saya menemukan cintanya pada seorang anak SMA (no offense :).

Saya? Masih begini-begini saja. Sendiri, betul-betul sendiri. Laki-laki yang saya pernah temui di simpang jalan itu pun entah ke mana. Ada, tapi bahkan untuk menyapanya pun saya tak berani. Saya ingin tahu, tapi tak punya keberanian untuk bertanya, “Sudah kah kamu bertemu perempuan yang kau cintai?” Saya, tenggelam tak berkesudahan, selalu menengok ke belakang. Hati saya tercuri, dan tak kunjung kembali.

Saya takut.

Comments

Popular posts from this blog

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...

Cause we both know that expectation kills ...

A friend said, "You are going nowhere, until any of you have the guts to talk about what kind of relationship it is. Even if you both only want companionship, it should be discussed to avoid misunderstanding.Then it's just the matter of time until you both get exhausted." Too bad, I don't have the courage.