Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2005

Homesick, kangen, and happy new year

This is the last day of year 2005, this is also the first time I spend new year's eve far away from my homeland. Homesick, I am trying to figure out what you're guys doing overthere. Satu tahun yang lalu, aku masih di Jakarta. Tidak terbayang bahwa akhir tahun ini aku akan berada di sebuah kota ribuan kilometer dari Jakarta. Jauh dari orang tua, keluarga, para sahabat, dan kamu - iya, kamu, siapa lagi. Menghabiskan waktu jauh dari orang tua sebenarnya bukan hal baru bagiku, 9 tahun jadi anak kost, it's not a big deal for me to spend new year or even christmas alone. Tapi sekarang, fiuuh, homesick pisan. Sekelebat bayangan menggoda saya, atau saya memang tidak pernah rela untuk menghapuskannya. Saya rindu seseorang. Tapi saya harus menerima kenyataan bahwa dia ada ribuan kilometer jauhnya dari saya, tak terjangkau, tak terjamah. Realistis, saya harus melanjutkan perjalanan saya, begitu pula dia. Apakah jalan kami akan bersilangan suatu hari nanti, sungguh tak terbayangkan. ...

First cooking after 5 years

This is my first cooking after 5 years. Actually I did it when nothing else can be done, hehehe. Ok, coba kita lihat apa yang ada di kulkas: brocoli, daging ayam, jamur, dan tomat. Hmmm, let's try to remember what mama taught me years ago. Tarrraaaa .... not bad lah buat first time cooking setelah lima tahun. Sebenarnya sih niat bikin brocoli saus tiram, tapi kok brocolinya justru jadi tersembunyi di antara ayam dan jamur ya :p ? Rasanya? Enaklah, wong masakan sendiri, ya harus dipuji, hehehe. Sekarang, ada yang mau bantu nyuci piring nggak :p?

1st posting @ Pittsburgh: a 36 hours journey

Kok sepi ya? Celingak-celinguk, nggak ada orang. Oppss, udah jam 12.45, pantes aja sepi :p! Halo semua, senangnya bisa ngeblog lagi :) This is my first posting from a town that will be my home for at least another 2 years. Ya ya ya, saya baru saja bangun dari tidur selama 12 jam lebih, capek boo :) Teman seapartment saya entah sudah menghilang ke mana, dan karena saya belum punya kunci apartment, jadilah saya tidak bisa ke mana-mana. Untung laptopnya nyala, jadilah saya di sini, ngeblog :) Perjalanan Jogja - Pittsburgh termasuk transit dan delay menghabiskan waktu 36 jam lebih, duh duh duh capeknya. (Halo kamu, sudah balik ke Jakarta? iya, itu jawabannya, ternyata bukan 16 jam seperti yang aku bilang :)) Tidak ada sesuatu yang menarik selama 36 jam itu (Eits, jangan bilang seni mengamatiku kurang ya :)!) Ya sudah, saya cerita tentang perjalanan itu. Sore itu Papa, Mama, n Bu Nanik (baca: tante) mengantar saya ke Adisucipto. Tidak, tidak perlu ditunggu. Cukup di-drop di lobi, sedikit ...

MENUNGGUMU (Peterpan - Chrisye)

Di dalam sebuah cinta terdapat bahasa Yang mengalun indah mengisi jiwa Merindukan kisah kita berdua Yang tak pernah bisa akan terlupa Bila rindu ini masih milikmu Kuhadirkan sebuah tanya untukmu Harus berapa lama aku menunggumu Aku menunggumu Di dalam masa indah saat bersamamu Yang tak pernah bisa akan terlupa Pandangan matanya menghancurkan jiwa Dengan segenap cinta aku bertanya Aku menunggumu Dalam hati ku menunggu Dalam hati ku menunggu Aku… Dalam lelah ku menunggu Dalam letih ku menunggu Aku… Masih menunggu Bila rindu ini masih milikmu Kuhadirkan sebuah… Harus berapa lama, harus berapa lama ku menunggumu, aku menunggumu Aku menunggu…aku menunggumu

Halaman yang teduh ...

Aku pernah bercerita kepadamu tentang sebuah rumah dengan beranda yang teduh. Halamannya ditumbuhi pohon buah-buahan yang rindang. Pagi ini aku terbangun dan bergegas ke beranda itu, dan disambut sinar matahari berpendar-pendar di sela-sela dedaunan. Beberapa butir mangga jatuh semalam, pasti manis rasanya. Mungkin aku bisa mengupas satu untukmu . Kuceritakan juga tentang lemari buku besar berwarna biru muda. Lengkap dengan kaca yang melindungi buku-buku kesayangan kita dari debu. Lihat, lihat! Betapa menyenangkannya menata koleksi buku kita di lemari itu. Paulo Coelho, Pramoedya, sampai Eragon dan Harry Potter, semua bisa ditata rapi di sana. Halaman rindang dengan serambi yang teduh masih menanti …

5 tahun 14 hari ...

1 Desember 2000. Hari pertama masuk kerja. Jam menunjukkan pukul 8.00 waktu saya tiba di Datindo. Suasana masih sepi, Ibeth, resepsionis kantor menyuruh saya menunggu. Satu menit, dua menit, suasana masih sepi. Orang-orang mulai berdatangan di menit ketigapuluh. Ternyata saya kepagian, jam kerja dimulai pukul 8.30 :) Tak lama kemudian Lucy, manager saya sampai saat ini datang. Saya masih ingat senyum dan sapa riangnya, "Hei, aku lupa kasih tau kamu ya kalau jam kerja mulai dari jam 8.30?". Hahaha ... Lalu Lucy mengenalkan saya dengan seisi kantor. Hany, teman sekelas saya waktu kuliah, adalah satu-satunya orang yang sudah saya kenal sebelumnya. Masih ada nama-nama lama yang sekarang sudah tidak lagi di Datindo. Ada juga Bu Ina, Bu Hera, Pak Bustamin, dan beberapa nama lain yang sampai sekarang masih setia di kantor ini. Saya, fresh graduate berusia 22 tahun, hari itu memulai langkah baru. Praktis saya paling muda di situ. Lugu, tak berpengalaman, dan belum tahu seperti apa d...

Hiks ... I am leaving Setiabudi within days ...

"Huhuhu, Mit sebel deh ... " "Kenapa mbak?" "Tuh si Slamet gosip, waktu tadi aku naik ojek, dia cerita tentang mas depan (baca: mantan pacar yang dulu kost di rumah depan :p)." "Halah, hari gini, ngomongin mas depan. Orangnya dah ke laut berapa taun yang lalu coba? Hahaha ... tukang-tukang ojek itu emang pengamat percintaan yang kurang kerjaan, hehe. Emang dia cerita apaan ?" "Mbak, aku barusan liat mas-nya yang dulu sering njemput itu lho. Sekarang dia di mana mbak? Dah nikah ya mbak?" "Hihihi, crox crox crox. Membuka cerita lama, emang minta ditabok si tukang ojek itu. Sama aja lah mbak, gak ada angin gak ada hujan, si ibu yang jualan ayam lengkuas tiba-tiba nanyain tentang makhluk jelek itu. Walah, cerita 3 tahun yang lalu kok ditanyain lagi sekarang. Terpaksa deh meringis jawabnya, "Dah nikah sama orang lain Bu". "Hihihihi ... orang-orang itu emang lucu dan kurang kerjaan ya Mit" "Iya, santai wae lah. K...

Surat untuk seorang sahabat

Dear sobat, Senang bisa ngobrol dengan kamu kemaren minggu. Sayang aku nggak punya lebih banyak waktu, jadi kita cuma sempat makan ayam goreng dan ngobrol bentar :) Anyway, makasih banyak sore itu kamu bantuin aku wara-wiri ngurus Wawan. Aku jadi inget lagi obrolan kita, tentang angka 30 yang menagihmu untuk memenuhi komitmen, membuat keputusan lebih jelas untuk arah hidupmu selanjutnya. Angka bagus, Yesus juga mulai berkarya umur 30, hahaha, jawabanmu memang sedikit sontoloyo :p Waktu kecil, kalau kita ditanya mau jadi apa, kita bisa dengan lantang menjawabnya: pengen jadi dokter, pengen jadi insinyur, atau pengen jadi manten ... hehehe (yang terakhir itu jawaban ponakanku yang umurnya 3.5 tahun kalau ditanya sama ibunya :D). Tapi sekarang susah sekali ya menjawab akan jadi apa kita 5 tahun ke depan. Apakah masih akan di jalur yang sama? Apakah masih akan bertahan di kota yang sama? Tapi toh kita harus memutuskan. Dan sekarang giliranmu. Benar, dunia nyata memang tidak seidealis nilai...

Stephen R. Covey

Tadi pagi di Metro This Morning ada bincang-bincang dengan Stephen R. Covey, pengarang The 7 Habits of Highly Effective People . Dia sedang berada di Jakarta untuk seminar tentang bukunya yang sukses itu, sekaligus mempromosikan sekuelnya : The Eighth Habit . Saya penasaran dengan sekuelnya itu, apakah sama bagusnya dengan buku pertamanya? Adakah yang sudah baca, sehingga saya bisa mendapat referensi apakah buku itu worth to buy :D? Hehehe ...