Skip to main content

5 tahun 14 hari ...

1 Desember 2000. Hari pertama masuk kerja. Jam menunjukkan pukul 8.00 waktu saya tiba di Datindo. Suasana masih sepi, Ibeth, resepsionis kantor menyuruh saya menunggu. Satu menit, dua menit, suasana masih sepi. Orang-orang mulai berdatangan di menit ketigapuluh. Ternyata saya kepagian, jam kerja dimulai pukul 8.30 :) Tak lama kemudian Lucy, manager saya sampai saat ini datang. Saya masih ingat senyum dan sapa riangnya, "Hei, aku lupa kasih tau kamu ya kalau jam kerja mulai dari jam 8.30?". Hahaha ...

Lalu Lucy mengenalkan saya dengan seisi kantor. Hany, teman sekelas saya waktu kuliah, adalah satu-satunya orang yang sudah saya kenal sebelumnya. Masih ada nama-nama lama yang sekarang sudah tidak lagi di Datindo. Ada juga Bu Ina, Bu Hera, Pak Bustamin, dan beberapa nama lain yang sampai sekarang masih setia di kantor ini. Saya, fresh graduate berusia 22 tahun, hari itu memulai langkah baru. Praktis saya paling muda di situ. Lugu, tak berpengalaman, dan belum tahu seperti apa dunia kerja.

Saya mulai dikenalkan dengan dunia kerja. Lucy mengajak saya menghadiri meeting- meeting di client, mengenalkan saya kepada para kolega. Ada saat-saat yang sangat membosankan ketika pekerjaan belum menumpuk, rasanya seperti makan gaji buta :) Ada juga saat-saat menegangkan ketika saya untuk pertama kalinya harus pergi sendiri ke client. Seperti apa rasanya? Walaupun telah menghirup nafas panjang berkali-kali, jantung saya tetap berdebar dengan keras. Apalagi waktu saya harus melakukan konfigurasi di Paralel sendirian, hanya mendapat bantuan sesekali melalui telepon dan beberapa lembaran manual. Dag, dig, dug, duaarrr ... Lega sekali rasanya ketika berhasil melewati semua itu.

Hari demi hari, satu demi satu pengalaman dan kesempatan baru saya dapatkan. Seperti training ke Singapore dan Hong Kong. Hei, itu pertama kalinya saya naik pesawat terbang :p. Tak tahu prosedurnya, saya stil yakin dan slonong boy saja lah, hahaha. Toh saya sampai dengan selamat. Hasilnya pun tak mengecewakan :). Lalu ada pula teman-teman baru yang bermunculan. Sekarang kantor ramai dengan teman-teman sebaya, tidak seperti waktu pertama kali saya kerja. Pengalaman yang ada tak selalu menyenangkan. Kadang kala kebosanan itu pun muncul, atau juga rasa shock 2 tahun yang lalu, ketika separoh kantor bedol desa. Lemes rasanya melihat suasana kantor kala itu. Tapi saya dan teman-teman tak sempat lemes berlama-lama. Keadaan sudah berubah. Tidak seperti awal-awal masa kerja yang rasanya makan gaji buta :D, pekerjaan yang menumpuk membuat hari-hari berlalu begitu cepat.

Dan hari ini, saya melihat kalender. 14 Desember 2005. Heh, sudah lima tahun saya di sini! Sudah selama itu ?? Jika dulu saya memulainya di bulan Desember, maka di tahun kelima ini saya memutuskan untuk mengakhiri hari-hari saya di lantai 12 Menara Kadin. Saya mau mencoba sesuatu yang baru. Kesempatan itu terbuka dengan kesempatan melanjutkan studi jauh di negeri Paman Sam. Tidak, itu bukan rejeki nomplok dari langit, bukan pula sukses instan. Ini adalah awal perjuangan yang lebih menantang, lebih berat, dan penuh resiko. Banyak hal yang saya pertaruhkan, dan saya tak tahu apa yang menanti saya di depan sana. Tapi saya percaya, jika kita berusaha dengan sekuat tenaga, tak akan ada hal yang sia-sia.

Temans, saya pamit. Terima kasih untuk semuanya : pengalaman, kerjasama, dan persahabatan kita selama ini. Rasanya saya tak lagi seculun dulu, hahaha. Terima kasih banyak, terutama untuk Lucy yang mengajarkan banyak hal kepada saya. Kalau dulu saya takut-takut menghadapi client, paling tidak kuping saya sekarang sudah kebal menghadapi omelan client, hahaha. Kalau saya ngeyel, bandel, atau ada hal-hal lain yang kurang berkenan, mohon maaf ya :) Saya mohon doa untuk perjalanan hidup saya berikutnya. Satu episode di Datindo saya akhiri Desember ini, tapi tak tertutup kemungkinana kita akan bertemu dan bekerja bersama lagi di lain waktu dan kesempatan. Who knows ;) ? Good luck untuk kalian semua. Keep in touch ya :)

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...