1 Desember 2000. Hari pertama masuk kerja. Jam menunjukkan pukul 8.00 waktu saya tiba di Datindo. Suasana masih sepi, Ibeth, resepsionis kantor menyuruh saya menunggu. Satu menit, dua menit, suasana masih sepi. Orang-orang mulai berdatangan di menit ketigapuluh. Ternyata saya kepagian, jam kerja dimulai pukul 8.30 :) Tak lama kemudian Lucy, manager saya sampai saat ini datang. Saya masih ingat senyum dan sapa riangnya, "Hei, aku lupa kasih tau kamu ya kalau jam kerja mulai dari jam 8.30?". Hahaha ...
Lalu Lucy mengenalkan saya dengan seisi kantor. Hany, teman sekelas saya waktu kuliah, adalah satu-satunya orang yang sudah saya kenal sebelumnya. Masih ada nama-nama lama yang sekarang sudah tidak lagi di Datindo. Ada juga Bu Ina, Bu Hera, Pak Bustamin, dan beberapa nama lain yang sampai sekarang masih setia di kantor ini. Saya, fresh graduate berusia 22 tahun, hari itu memulai langkah baru. Praktis saya paling muda di situ. Lugu, tak berpengalaman, dan belum tahu seperti apa dunia kerja.
Saya mulai dikenalkan dengan dunia kerja. Lucy mengajak saya menghadiri meeting- meeting di client, mengenalkan saya kepada para kolega. Ada saat-saat yang sangat membosankan ketika pekerjaan belum menumpuk, rasanya seperti makan gaji buta :) Ada juga saat-saat menegangkan ketika saya untuk pertama kalinya harus pergi sendiri ke client. Seperti apa rasanya? Walaupun telah menghirup nafas panjang berkali-kali, jantung saya tetap berdebar dengan keras. Apalagi waktu saya harus melakukan konfigurasi di Paralel sendirian, hanya mendapat bantuan sesekali melalui telepon dan beberapa lembaran manual. Dag, dig, dug, duaarrr ... Lega sekali rasanya ketika berhasil melewati semua itu.
Hari demi hari, satu demi satu pengalaman dan kesempatan baru saya dapatkan. Seperti training ke Singapore dan Hong Kong. Hei, itu pertama kalinya saya naik pesawat terbang :p. Tak tahu prosedurnya, saya stil yakin dan slonong boy saja lah, hahaha. Toh saya sampai dengan selamat. Hasilnya pun tak mengecewakan :). Lalu ada pula teman-teman baru yang bermunculan. Sekarang kantor ramai dengan teman-teman sebaya, tidak seperti waktu pertama kali saya kerja. Pengalaman yang ada tak selalu menyenangkan. Kadang kala kebosanan itu pun muncul, atau juga rasa shock 2 tahun yang lalu, ketika separoh kantor bedol desa. Lemes rasanya melihat suasana kantor kala itu. Tapi saya dan teman-teman tak sempat lemes berlama-lama. Keadaan sudah berubah. Tidak seperti awal-awal masa kerja yang rasanya makan gaji buta :D, pekerjaan yang menumpuk membuat hari-hari berlalu begitu cepat.
Dan hari ini, saya melihat kalender. 14 Desember 2005. Heh, sudah lima tahun saya di sini! Sudah selama itu ?? Jika dulu saya memulainya di bulan Desember, maka di tahun kelima ini saya memutuskan untuk mengakhiri hari-hari saya di lantai 12 Menara Kadin. Saya mau mencoba sesuatu yang baru. Kesempatan itu terbuka dengan kesempatan melanjutkan studi jauh di negeri Paman Sam. Tidak, itu bukan rejeki nomplok dari langit, bukan pula sukses instan. Ini adalah awal perjuangan yang lebih menantang, lebih berat, dan penuh resiko. Banyak hal yang saya pertaruhkan, dan saya tak tahu apa yang menanti saya di depan sana. Tapi saya percaya, jika kita berusaha dengan sekuat tenaga, tak akan ada hal yang sia-sia.
Temans, saya pamit. Terima kasih untuk semuanya : pengalaman, kerjasama, dan persahabatan kita selama ini. Rasanya saya tak lagi seculun dulu, hahaha. Terima kasih banyak, terutama untuk Lucy yang mengajarkan banyak hal kepada saya. Kalau dulu saya takut-takut menghadapi client, paling tidak kuping saya sekarang sudah kebal menghadapi omelan client, hahaha. Kalau saya ngeyel, bandel, atau ada hal-hal lain yang kurang berkenan, mohon maaf ya :) Saya mohon doa untuk perjalanan hidup saya berikutnya. Satu episode di Datindo saya akhiri Desember ini, tapi tak tertutup kemungkinana kita akan bertemu dan bekerja bersama lagi di lain waktu dan kesempatan. Who knows ;) ? Good luck untuk kalian semua. Keep in touch ya :)
Lalu Lucy mengenalkan saya dengan seisi kantor. Hany, teman sekelas saya waktu kuliah, adalah satu-satunya orang yang sudah saya kenal sebelumnya. Masih ada nama-nama lama yang sekarang sudah tidak lagi di Datindo. Ada juga Bu Ina, Bu Hera, Pak Bustamin, dan beberapa nama lain yang sampai sekarang masih setia di kantor ini. Saya, fresh graduate berusia 22 tahun, hari itu memulai langkah baru. Praktis saya paling muda di situ. Lugu, tak berpengalaman, dan belum tahu seperti apa dunia kerja.
Saya mulai dikenalkan dengan dunia kerja. Lucy mengajak saya menghadiri meeting- meeting di client, mengenalkan saya kepada para kolega. Ada saat-saat yang sangat membosankan ketika pekerjaan belum menumpuk, rasanya seperti makan gaji buta :) Ada juga saat-saat menegangkan ketika saya untuk pertama kalinya harus pergi sendiri ke client. Seperti apa rasanya? Walaupun telah menghirup nafas panjang berkali-kali, jantung saya tetap berdebar dengan keras. Apalagi waktu saya harus melakukan konfigurasi di Paralel sendirian, hanya mendapat bantuan sesekali melalui telepon dan beberapa lembaran manual. Dag, dig, dug, duaarrr ... Lega sekali rasanya ketika berhasil melewati semua itu.
Hari demi hari, satu demi satu pengalaman dan kesempatan baru saya dapatkan. Seperti training ke Singapore dan Hong Kong. Hei, itu pertama kalinya saya naik pesawat terbang :p. Tak tahu prosedurnya, saya stil yakin dan slonong boy saja lah, hahaha. Toh saya sampai dengan selamat. Hasilnya pun tak mengecewakan :). Lalu ada pula teman-teman baru yang bermunculan. Sekarang kantor ramai dengan teman-teman sebaya, tidak seperti waktu pertama kali saya kerja. Pengalaman yang ada tak selalu menyenangkan. Kadang kala kebosanan itu pun muncul, atau juga rasa shock 2 tahun yang lalu, ketika separoh kantor bedol desa. Lemes rasanya melihat suasana kantor kala itu. Tapi saya dan teman-teman tak sempat lemes berlama-lama. Keadaan sudah berubah. Tidak seperti awal-awal masa kerja yang rasanya makan gaji buta :D, pekerjaan yang menumpuk membuat hari-hari berlalu begitu cepat.
Dan hari ini, saya melihat kalender. 14 Desember 2005. Heh, sudah lima tahun saya di sini! Sudah selama itu ?? Jika dulu saya memulainya di bulan Desember, maka di tahun kelima ini saya memutuskan untuk mengakhiri hari-hari saya di lantai 12 Menara Kadin. Saya mau mencoba sesuatu yang baru. Kesempatan itu terbuka dengan kesempatan melanjutkan studi jauh di negeri Paman Sam. Tidak, itu bukan rejeki nomplok dari langit, bukan pula sukses instan. Ini adalah awal perjuangan yang lebih menantang, lebih berat, dan penuh resiko. Banyak hal yang saya pertaruhkan, dan saya tak tahu apa yang menanti saya di depan sana. Tapi saya percaya, jika kita berusaha dengan sekuat tenaga, tak akan ada hal yang sia-sia.
Temans, saya pamit. Terima kasih untuk semuanya : pengalaman, kerjasama, dan persahabatan kita selama ini. Rasanya saya tak lagi seculun dulu, hahaha. Terima kasih banyak, terutama untuk Lucy yang mengajarkan banyak hal kepada saya. Kalau dulu saya takut-takut menghadapi client, paling tidak kuping saya sekarang sudah kebal menghadapi omelan client, hahaha. Kalau saya ngeyel, bandel, atau ada hal-hal lain yang kurang berkenan, mohon maaf ya :) Saya mohon doa untuk perjalanan hidup saya berikutnya. Satu episode di Datindo saya akhiri Desember ini, tapi tak tertutup kemungkinana kita akan bertemu dan bekerja bersama lagi di lain waktu dan kesempatan. Who knows ;) ? Good luck untuk kalian semua. Keep in touch ya :)
Comments