"Huhuhu, Mit sebel deh ... "
"Kenapa mbak?"
"Tuh si Slamet gosip, waktu tadi aku naik ojek, dia cerita tentang mas depan (baca: mantan pacar yang dulu kost di rumah depan :p)."
"Halah, hari gini, ngomongin mas depan. Orangnya dah ke laut berapa taun yang lalu coba? Hahaha ... tukang-tukang ojek itu emang pengamat percintaan yang kurang kerjaan, hehe. Emang dia cerita apaan ?"
"Mbak, aku barusan liat mas-nya yang dulu sering njemput itu lho. Sekarang dia di mana mbak? Dah nikah ya mbak?"
"Hihihi, crox crox crox. Membuka cerita lama, emang minta ditabok si tukang ojek itu. Sama aja lah mbak, gak ada angin gak ada hujan, si ibu yang jualan ayam lengkuas tiba-tiba nanyain tentang makhluk jelek itu. Walah, cerita 3 tahun yang lalu kok ditanyain lagi sekarang. Terpaksa deh meringis jawabnya, "Dah nikah sama orang lain Bu".
"Hihihihi ... orang-orang itu emang lucu dan kurang kerjaan ya Mit"
"Iya, santai wae lah. Kalau perlu tabok aja si Slamet gosip itu. Ntar juga dia kapok kalo kehilangan pelanggan ojekannya :p."
Begitulah kehidupan anak kost di Setiabudi. Saking penuhnya kampung karyawan ini, jatuh cinta dan putus cinta sesama anak kost lumrah sekali terjadi. Para tukang ojek, ibu-ibu dan mas-mas penjual makan malam, serta ibu kost yang melirik garang menjadi aktor-aktris figuran sekaligus penambah bumbu-bumbu cerita :p.
Mengingat kejadian-kejadian manis dan lucu yang pernah terjadi, berat rasanya meninggalkan Setiabudi :( Ada hari-hari menyenangkan ngobrol berlama-lama di teras kost yang luas. Makan malam bareng di ikan bakar, ayam bakar, dan semua yang lain yang berbau bakar-bakar. Ada ibu kost yang berdehem dari balik tirai dan menegur secara gak langsung "Mbak, entar pintunya jangan lupa dikunci ya" - dan tentu saja dicuekin :p. Atau komentar-saran dari ibu kost yang penuh perhatian seperti : "Mbak, aku nggak suka sama Mas yang itu" ... atau ... "Mbak, Mas yang itu kelihatannya baik". Ada juga saat-saat janjian baik yang menyebalkan karena mr jam karet selalu telat, atau yang menyenangkan karena si mr on time selalu tepat waktu ;). Atau keluar di beranda kost, dan menemukan seseorang sudah duduk manis menunggu kita di sana, hmm how sweet semuanya itu ...
Aih Mita, bangun! Lihat, kamarmu masih berantakan, kamu masih perlu re-packing isi koper besar itu! Barang-barang yang tersisa juga harus dikirim ke Jogja! Hehehe, iya, aku bangun! Tapi teteeep aja, sedih rasanya meninggalkan tempat ini. Walah Mit, inget sms Lusi kemaren pagi: "Jakarta memang punya sejuta kenangan, tapi di Amrik ada semilyar kejutan manis :) *dangdut mode on* " Iyaaa, aku ingat kok :).
"Kenapa mbak?"
"Tuh si Slamet gosip, waktu tadi aku naik ojek, dia cerita tentang mas depan (baca: mantan pacar yang dulu kost di rumah depan :p)."
"Halah, hari gini, ngomongin mas depan. Orangnya dah ke laut berapa taun yang lalu coba? Hahaha ... tukang-tukang ojek itu emang pengamat percintaan yang kurang kerjaan, hehe. Emang dia cerita apaan ?"
"Mbak, aku barusan liat mas-nya yang dulu sering njemput itu lho. Sekarang dia di mana mbak? Dah nikah ya mbak?"
"Hihihi, crox crox crox. Membuka cerita lama, emang minta ditabok si tukang ojek itu. Sama aja lah mbak, gak ada angin gak ada hujan, si ibu yang jualan ayam lengkuas tiba-tiba nanyain tentang makhluk jelek itu. Walah, cerita 3 tahun yang lalu kok ditanyain lagi sekarang. Terpaksa deh meringis jawabnya, "Dah nikah sama orang lain Bu".
"Hihihihi ... orang-orang itu emang lucu dan kurang kerjaan ya Mit"
"Iya, santai wae lah. Kalau perlu tabok aja si Slamet gosip itu. Ntar juga dia kapok kalo kehilangan pelanggan ojekannya :p."
Begitulah kehidupan anak kost di Setiabudi. Saking penuhnya kampung karyawan ini, jatuh cinta dan putus cinta sesama anak kost lumrah sekali terjadi. Para tukang ojek, ibu-ibu dan mas-mas penjual makan malam, serta ibu kost yang melirik garang menjadi aktor-aktris figuran sekaligus penambah bumbu-bumbu cerita :p.
Mengingat kejadian-kejadian manis dan lucu yang pernah terjadi, berat rasanya meninggalkan Setiabudi :( Ada hari-hari menyenangkan ngobrol berlama-lama di teras kost yang luas. Makan malam bareng di ikan bakar, ayam bakar, dan semua yang lain yang berbau bakar-bakar. Ada ibu kost yang berdehem dari balik tirai dan menegur secara gak langsung "Mbak, entar pintunya jangan lupa dikunci ya" - dan tentu saja dicuekin :p. Atau komentar-saran dari ibu kost yang penuh perhatian seperti : "Mbak, aku nggak suka sama Mas yang itu" ... atau ... "Mbak, Mas yang itu kelihatannya baik". Ada juga saat-saat janjian baik yang menyebalkan karena mr jam karet selalu telat, atau yang menyenangkan karena si mr on time selalu tepat waktu ;). Atau keluar di beranda kost, dan menemukan seseorang sudah duduk manis menunggu kita di sana, hmm how sweet semuanya itu ...
Aih Mita, bangun! Lihat, kamarmu masih berantakan, kamu masih perlu re-packing isi koper besar itu! Barang-barang yang tersisa juga harus dikirim ke Jogja! Hehehe, iya, aku bangun! Tapi teteeep aja, sedih rasanya meninggalkan tempat ini. Walah Mit, inget sms Lusi kemaren pagi: "Jakarta memang punya sejuta kenangan, tapi di Amrik ada semilyar kejutan manis :) *dangdut mode on* " Iyaaa, aku ingat kok :).
Comments