Skip to main content

Homesick, kangen, and happy new year

This is the last day of year 2005, this is also the first time I spend new year's eve far away from my homeland. Homesick, I am trying to figure out what you're guys doing overthere.

Satu tahun yang lalu, aku masih di Jakarta. Tidak terbayang bahwa akhir tahun ini aku akan berada di sebuah kota ribuan kilometer dari Jakarta. Jauh dari orang tua, keluarga, para sahabat, dan kamu - iya, kamu, siapa lagi.

Menghabiskan waktu jauh dari orang tua sebenarnya bukan hal baru bagiku, 9 tahun jadi anak kost, it's not a big deal for me to spend new year or even christmas alone. Tapi sekarang, fiuuh, homesick pisan.

Sekelebat bayangan menggoda saya, atau saya memang tidak pernah rela untuk menghapuskannya. Saya rindu seseorang. Tapi saya harus menerima kenyataan bahwa dia ada ribuan kilometer jauhnya dari saya, tak terjangkau, tak terjamah. Realistis, saya harus melanjutkan perjalanan saya, begitu pula dia. Apakah jalan kami akan bersilangan suatu hari nanti, sungguh tak terbayangkan.

Yang pasti sebuah cerita manis akan tetap saya simpan. Cerita tentang hari-hari yang menggembirakan, serta saat-saat terakhir yang manis, sebelum saya pergi, ribuan kilometer jauhnya. Thank you buat seafood yang enak, kopi terakhir, dan jiffestnya :)

Happy new year 2006. I wish I shouldn't move on, but I know that's impossible. Selamat datang 2006, pasti ada banyak cerita menarik yang akan datang :)

Oke deh, sudah jam 5 pagi, saya mulai ngantuk, jam tidur saya masih ngaco :(

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...