Skip to main content

I can't wait to see you again

Di tengah-tengah projek, paper, homework yang bertumpuk, dan kebosanan-kebosanan yang lain, tiba-tiba saya menjadi begitu bersemangat ketika mendengar rencana seorang teman untuk berkunjung.

Dulu, waktu kecil, saya selalu menanti-nantikan Natal, yang berarti hadiah. Seperti si mita kecil yang begitu tidak sabar menanti-nantikan hadiah Natal, sekarang saya juga begitu tidak sabar menanti-nantikan kesempatan untuk bertemu teman saya itu :)

Rasanya saya punya segudang cerita untuknya tentang kehidupan baru saya di sini. Memperlihatkan apartment saya, memamerkan masakan saya :p dan memasak untuknya *soal rasa urusan belakangan, yang penting pamer duluan, hahaha*, dan mengajaknya naik turun bis seperti dulu :)

Saya tidak sabar untuk mengajaknya menikmati Pittsburgh di musim semi. Walaupun suhu di sini masih turun naik, tapi pohon-pohon mulai bersemi, dan bunga mulai bermekaran. Walaupun saya bisa berbusa-busa bercerita dan mengirimkan sejuta gambar tentang 'the spirit of spring', tapi semua itu tidak akan lengkap. Sekarang memang saat yang tepat untuk bersenang-senang.

Saya ingin segera mengajaknya ke Barnes & Noble's dan Carnegie Library. Memilih buku yang saya suka, membahasnya, dan tertawa bersama. Saya juga kangen saat-saat diam bersamanya, ketika kami menikmati suasana di sekitar kami tanpa berkata-kata.

Arrggh, begitu senangnya saya, sampai-sampai saya takut itu hanya jadi sekedar rencana saja :( Jangan ya, jangan sampai batal ...

I can't wait to see you again :)

Comments

clodi said…
mau dong diajak jalan-jalan? hehehe... salam kenal mita.. =)
clodi said…
oooh, mita tokh...? sekarang udah di pittsburg yah? sejak kapan mit? kirain masi di stiabudi :D

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...