Beberapa hari terakhir ini, berita tentang PKI marak kembali. Saya membacanya di Detik.Com. Membaca statement-statement tentang indikasi kebangkitan PKI, timbul kegelisahan yang tidak jelas dalam pikiran saya.
Untuk saya dan teman2 segenerasi, siapa sih yang lupa dengan film G30SPKI yang selalu diputar setiap tahun ketika Soeharto masih berkuasa? Saya tidak pernah berani menonton film ini sampai selesai (paling2 lima menit pertama, lalu saya cepat2 kabur ke kamar ;)) karena mengeksploitasi kekerasan secara vulgar. Tak hanya film itu, propaganda tentang PKI sebagai partai komunis yang melakukan pemberontakan harus kami hafalkan berulang-ulang untuk sekian banyak mata pelajaran yang menyebalkan itu (PSPB, IPS, mungkin juga PMP).
Pengetahuan formal saya hanya sebatas tulisan di buku-buku itu. Sekilas saya ingat cerita alm. nenek saya tentang truk-truk bermuatan penuh orang yang lewat di depan rumah nenek saya di masa-masa pemberontakan G30SPKI. Entah ke mana truk-truk itu pergi, tapi konon, menurut cerita alm. nenek saya, truk itu selalu pulang dengan muatan kosong. Ke mana orang-orang itu? Mungkin sudah mati. Kenapa? Karena mereka terlibat PKI. Siapa pula yang tak kenal Pramoedya Ananta Toer dengan tetralogi nya yang ditulis ketika ia dibuang di Pulau Buru?
Tampaknya sejarah bangsa kita sudah memakan banyak korban. Entah siapa yang salah siapa yang benar, tak pernah ada yang tahu. Sejarah *mungkin* telah dimanipulasi oleh segolongan orang tertentu. Sayangnya, realita yang sebenarnya tetap terkubur dalam-dalam, menua bersama generasi yang mengalami tahun 1965. Dan bagaimana nasib generasi adik2 saya?
Mungkin keponakan atau anak saya (kelak ;) akan bertanya, "G30SPKI itu apa?" dan saya hanya bisa menjawabnya sesuai buku-buku yang pernah saya baca.
Oh well, sekarang isyu-isyu itu muncul lagi. Bagaimana mungkin isyu-isyu tersebut bisa ditanggapi dengan arif jika kebenaran tak pernah terungkap?
Untuk saya dan teman2 segenerasi, siapa sih yang lupa dengan film G30SPKI yang selalu diputar setiap tahun ketika Soeharto masih berkuasa? Saya tidak pernah berani menonton film ini sampai selesai (paling2 lima menit pertama, lalu saya cepat2 kabur ke kamar ;)) karena mengeksploitasi kekerasan secara vulgar. Tak hanya film itu, propaganda tentang PKI sebagai partai komunis yang melakukan pemberontakan harus kami hafalkan berulang-ulang untuk sekian banyak mata pelajaran yang menyebalkan itu (PSPB, IPS, mungkin juga PMP).
Pengetahuan formal saya hanya sebatas tulisan di buku-buku itu. Sekilas saya ingat cerita alm. nenek saya tentang truk-truk bermuatan penuh orang yang lewat di depan rumah nenek saya di masa-masa pemberontakan G30SPKI. Entah ke mana truk-truk itu pergi, tapi konon, menurut cerita alm. nenek saya, truk itu selalu pulang dengan muatan kosong. Ke mana orang-orang itu? Mungkin sudah mati. Kenapa? Karena mereka terlibat PKI. Siapa pula yang tak kenal Pramoedya Ananta Toer dengan tetralogi nya yang ditulis ketika ia dibuang di Pulau Buru?
Tampaknya sejarah bangsa kita sudah memakan banyak korban. Entah siapa yang salah siapa yang benar, tak pernah ada yang tahu. Sejarah *mungkin* telah dimanipulasi oleh segolongan orang tertentu. Sayangnya, realita yang sebenarnya tetap terkubur dalam-dalam, menua bersama generasi yang mengalami tahun 1965. Dan bagaimana nasib generasi adik2 saya?
Mungkin keponakan atau anak saya (kelak ;) akan bertanya, "G30SPKI itu apa?" dan saya hanya bisa menjawabnya sesuai buku-buku yang pernah saya baca.
Oh well, sekarang isyu-isyu itu muncul lagi. Bagaimana mungkin isyu-isyu tersebut bisa ditanggapi dengan arif jika kebenaran tak pernah terungkap?
Comments
komunis merupakan masyarakat atheis, meski ada sebagian yang masih mengakui adanya tuhan..
lalu kenapa PKI sangat sensitif..?apakah berkaitan dengan sejarah..?
Sejarah indonesia tak sejalan dengan komunis karena memang faktor keyakinan, pegangan hidup yang berbeda jauh...
Misalnya ada yang mencoba menghidupkan komunis di indonesia, kemungkinan karena faktor peluapan emosi...serta karakter yang labil..