Skip to main content

Karena kutahu kita akan baik-baik saja

Sedikit demi sedikit ketakutan, kekhawatiran, dan kesedihan itu mulai menghilang. Mungkin aku memang tidak bisa bersamamu sekarang (atau mungkin selamanya). Maka sekarang saatnya kita berdua mengayun langkah kita masing-masing. Kita harus melakukannya dengan sigap, mantab, dan penuh kegembiraan.

Karena terlalu banyak kesibukan yang memerlukan perhatian kita. Terlalu banyak kejutan di depan kita. Dan terlalu banyak kegembiraan menanti.

Sebab aku tahu, bahwa apapun yang akan terjadi, kita berdua akan baik-baik saja. Ya, aku akan baik-baik saja dengan hidupku. Kamu pun akan baik-baik saja dengan hidupmu. Dan bagaimana dengan 'kita'?

Aku percaya 'kita' akan baik-baik saja. Kamu dan aku, akan selalu menjadi teman baik, apa pun yang pernah terjadi, dan apa pun yang akan terjadi. Dan suatu hari nanti, aku yakin kita akan bertemu kembali, Kita akan tertawa keras dan saling mengejek.

Jalan yang pernah bersilangan itu mungkin sudah lewat. Mungkin akan kembali, mungkin tidak. Sudah, biarkan saja begitu, apa adanya.



Buat seorang teman yang sangat aku sayang.

Comments

Anonymous said…
mengharukan bgt Mit.. semoga memang akan baik2 saja ya, baik sebagai 'kita' maupun sendiri2 :)
Anonymous said…
teh yanti, makasih ya :), it's encouraging. kalo diniatin dengan baik, moga-moga hasilnya juga akan sebaik niatnya :)

Popular posts from this blog

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...

Cause we both know that expectation kills ...

A friend said, "You are going nowhere, until any of you have the guts to talk about what kind of relationship it is. Even if you both only want companionship, it should be discussed to avoid misunderstanding.Then it's just the matter of time until you both get exhausted." Too bad, I don't have the courage.