One of my very best friends sering pake quote ini : "I can accept a failure, everybody fails at something. But I can not accept not trying". Katanya sih itu quotenya Michael Jordan, hehehe.
Kata2 itu yang sering menyemangati gw dari dulu sampe sekarang. Dulu, waktu masih di Jkt, saya paling sering ngerepoti sobat yang satu ini. Bukan masalah anter jemput lho ya (gw super mandiri buat urusan itu ;)), tapi he is always be a recycle bin buat semua masalah, mulai dari yang penting dan menyangkut masa depan :p, sampe masalah2 super nggak penting kayak fling2 sama cowok2 yang sering nggak disetujui olehnya, hehehe. I should admit that dalam masalah mellow yellow, saya nggak semandiri dalam urusan belajar, karir, atau kelayapan ke segala penjuru Jakarta ;)
Waktu pindah ke US, salah satu kehilangan terbesar adalah susah ngontak dia (dan juga beberapa temen laen) kalo butuh curhat2 yang nggak penting. Untunglah ada 2 sahabat yang laen yang kebetulan sama2 pindah ke US, lumayan ada tempat buat cerita2.
Mereka bertiga bisa dikatakan my very best friends. Orang2 dan temen2 terdekat dalam hidup saya, yang tau 99% kegilaan saya. Di depan mereka, saya nggak malu jadi Mita yang nggak perfect, nggak malu jadi Mita yang cengeng instead of Mita yang tegar atau super mandiri, nggak malu mengekspresikan kebingungan2 dalam hidup saya. Walaupun persahabatan kami nggak sempurna, tapi saya bener2 berterimakasih karena mereka nggak pernah ngejudge saya. Sekonyol apa pun tindakan saya, separah apa pun kesalahan yang saya lakukan, dan sebesar apa pun kegagalan saya.
Fungsi mereka bertiga berbeda-beda. Yang satu adalah my controller. Super lurus, kadang2 harus diajarin buat nakal, hehehe. Sering berseberangan pendapat dengan saya, apalagi kalau kenekatan saya sudah di luar batas toleransinya. Yang satu lagi adalah my partner in crime. Sama-sama suka ngambil jalur yang nggak biasa, tapi di sisi yang lain motivator luar biasa untuk masalah belajar, belajar, dan belajar. Kalau my controller udah nggak setuju, biasanya saya kemudian bersekutu sama my partner in crime ini :) Yang terakhir, last but not least, adalah everybody's best friend and angel. Kalau 2 yang pertama adalah teman2 cowok yang banyak pake "kepala", Shirley adalah sahabat perempuan, teman cerita untuk hal2 yang mungkin nggak bisa masuk di kepala cowok2.
Seperti hal-hal yang lain, persahabatan kami pun naik turun. Ada waktu-waktu di mana kami tiba2 menjadi orang asing setelah sekian lama tidak bertemu dan ketika persahabatan yang bertahun-tahun tiba2 berasa hambar. Tapi ternyata di tiap saat yang saya rasa sulit, saya akhirnya selalu lari ke mereka, dan mereka selalu ada untuk saya dengan bentuk dukungan yang berbeda-beda.
Tentu saja persahabatan kami tidak eksklusif. Lingkaran persahabatan kami makin membesar dengan hadirnya sahabat-sahabat lain dalam hidup kami. So, akhirnya saya mau mengucapkan terima kasih, tidak hanya untuk mereka bertiga, tapi juga untuk semua sahabat lain yang selalu memberikan support kepada saya.
Oh ya, kembali ke awal tulisan tadi - I can not accept not trying. Well, Yo, seperti kamu pernah bilang dulu, aku nggak pernah boleh nyerah, aku nggak pernah boleh kapok nyoba, walaupun gagal lagi gagal lagi. So, aku memutuskan untuk nyoba lagi, lagi, dan lagi. Dulu mungkin aku jatuh, hari ini mungkin aku gagal lagi, besok mungkin aku kecapaian. Tapi, aku nggak akan pernah berhenti mencoba. Sampai suatu hari nanti, pasti akan berhasil :)
Thanks to u guys ...
Kata2 itu yang sering menyemangati gw dari dulu sampe sekarang. Dulu, waktu masih di Jkt, saya paling sering ngerepoti sobat yang satu ini. Bukan masalah anter jemput lho ya (gw super mandiri buat urusan itu ;)), tapi he is always be a recycle bin buat semua masalah, mulai dari yang penting dan menyangkut masa depan :p, sampe masalah2 super nggak penting kayak fling2 sama cowok2 yang sering nggak disetujui olehnya, hehehe. I should admit that dalam masalah mellow yellow, saya nggak semandiri dalam urusan belajar, karir, atau kelayapan ke segala penjuru Jakarta ;)
Waktu pindah ke US, salah satu kehilangan terbesar adalah susah ngontak dia (dan juga beberapa temen laen) kalo butuh curhat2 yang nggak penting. Untunglah ada 2 sahabat yang laen yang kebetulan sama2 pindah ke US, lumayan ada tempat buat cerita2.
Mereka bertiga bisa dikatakan my very best friends. Orang2 dan temen2 terdekat dalam hidup saya, yang tau 99% kegilaan saya. Di depan mereka, saya nggak malu jadi Mita yang nggak perfect, nggak malu jadi Mita yang cengeng instead of Mita yang tegar atau super mandiri, nggak malu mengekspresikan kebingungan2 dalam hidup saya. Walaupun persahabatan kami nggak sempurna, tapi saya bener2 berterimakasih karena mereka nggak pernah ngejudge saya. Sekonyol apa pun tindakan saya, separah apa pun kesalahan yang saya lakukan, dan sebesar apa pun kegagalan saya.
Fungsi mereka bertiga berbeda-beda. Yang satu adalah my controller. Super lurus, kadang2 harus diajarin buat nakal, hehehe. Sering berseberangan pendapat dengan saya, apalagi kalau kenekatan saya sudah di luar batas toleransinya. Yang satu lagi adalah my partner in crime. Sama-sama suka ngambil jalur yang nggak biasa, tapi di sisi yang lain motivator luar biasa untuk masalah belajar, belajar, dan belajar. Kalau my controller udah nggak setuju, biasanya saya kemudian bersekutu sama my partner in crime ini :) Yang terakhir, last but not least, adalah everybody's best friend and angel. Kalau 2 yang pertama adalah teman2 cowok yang banyak pake "kepala", Shirley adalah sahabat perempuan, teman cerita untuk hal2 yang mungkin nggak bisa masuk di kepala cowok2.
Seperti hal-hal yang lain, persahabatan kami pun naik turun. Ada waktu-waktu di mana kami tiba2 menjadi orang asing setelah sekian lama tidak bertemu dan ketika persahabatan yang bertahun-tahun tiba2 berasa hambar. Tapi ternyata di tiap saat yang saya rasa sulit, saya akhirnya selalu lari ke mereka, dan mereka selalu ada untuk saya dengan bentuk dukungan yang berbeda-beda.
Tentu saja persahabatan kami tidak eksklusif. Lingkaran persahabatan kami makin membesar dengan hadirnya sahabat-sahabat lain dalam hidup kami. So, akhirnya saya mau mengucapkan terima kasih, tidak hanya untuk mereka bertiga, tapi juga untuk semua sahabat lain yang selalu memberikan support kepada saya.
Oh ya, kembali ke awal tulisan tadi - I can not accept not trying. Well, Yo, seperti kamu pernah bilang dulu, aku nggak pernah boleh nyerah, aku nggak pernah boleh kapok nyoba, walaupun gagal lagi gagal lagi. So, aku memutuskan untuk nyoba lagi, lagi, dan lagi. Dulu mungkin aku jatuh, hari ini mungkin aku gagal lagi, besok mungkin aku kecapaian. Tapi, aku nggak akan pernah berhenti mencoba. Sampai suatu hari nanti, pasti akan berhasil :)
Thanks to u guys ...
Comments