Dear sahabat,
Tiba2 aku kangen dan ingat padamu. Ingin curhat tentang keinginan-keinginan setinggi awan, tentang hal-hal yang paling muluk dan ideal, yang mungkin aneh di mata orang. Mana undanganmu? Pasti lagi sibuk dengan persiapan ini itu untuk perayaan besar di akhir bulan ya, semoga semua lancar :) ...
Ingat tidak dua setengah tahun yang lalu? Saat aku berjuang beradaptasi di negeri yang baru ini, kau malah 'bertualang' ke Girisonta sebagai penanda tahun ke-30 dalam hidupmu. Mau mencari panggilanku, katamu waktu itu. Kau tetap berangkat walaupun banyak orang berkata kamu tak punya potongan jadi pastor. Dan mereka ternyata benar, hehehe. 'Petualangan'-mu itu malah membuatmu makin yakin bahwa itu bukan jalanmu.
Lalu beberapa bulan kemudian dengan penuh keceriaan dan kekonyolan kau bercerita bahwa kau telah menemukan tambatan hatimu. Kami bertemu di sebuah acara muda mudi gereja, demikian katamu. Dan dia memintaku untuk tetap menjadi pasanganku dalam sebuah permainan - walaupun harusnya berganti pasangan - karena sudah telanjur nyaman denganku, tambahmu lagi. Wah, cerita yang lucu dan menarik, tapi tentu saja harus dikonfirmasi ke yang bersangkutan suatu hari nanti ;) hahahaha ...
Aku ikut bahagia untukmu, akhirnya "Pak Lurah" menemukan "Bu Lurah". Dalam bayanganku, Bu Lurah pastilah perempuan yang suka tertawa, ceria dan tidak terlalu kalem, dan bisa membuatmu heboh dan keluar dari keteraturanmu yang kadang2 bikin gemas itu.
Tau nggak satu kata-katamu yang tidak pernah kulupakan - Tuhan sudah merencanakan skenario hidup kita baik adanya. Tinggal kita jalani dengan sebaik-baiknya. Duh, langsung tergenang air di mataku saat membaca pesan mu itu. Terharu, dikuatkan, dan sekaligus merasa ciut karena tidak memiliki keyakinan sebesar yang kamu punya. Betapa senangnya mempunyai sahabat dekat yang menguatkan dan sering mengingatkan ku - mengingat kamu jauh lebih religius daripada aku.
Kembali ke topik semula, semoga semua lancar, semoga rukun dan bahagia sampai kakek nenek. Dengan sangat menyesal aku tak bisa datang ke pestamu (sudah berapa banyak pesta pernikahan yang kulewatkan) ... jadi kuganti saja dengan posting spesial ini untukmu plus doaku untuk kalian berdua. Doa spesial dari aku yang kadang-kadang malas berdoa dan suka menggerutu kepadaNya :).
Jika semua lancar, semoga tahun depan kita bisa bertemu di Jakarta. Bertiga, atau berempat, kamu dan dia, aku dan dia (let's keep our finger crossed, semoga sudah kutemukan nanti, hehehe)
Salam hangatku untuk dia yang akan segera menjadi kakak perempuanku. Semoga berjuta-juta kebahagiaan melimpah, hangat seperti matahari senja yang menemani aku, kau, dan Aine bermain ombak. Ah, masa muda yang tak akan kembali ;)
Aku, di kota kecil dekat Philadelphia.
Tiba2 aku kangen dan ingat padamu. Ingin curhat tentang keinginan-keinginan setinggi awan, tentang hal-hal yang paling muluk dan ideal, yang mungkin aneh di mata orang. Mana undanganmu? Pasti lagi sibuk dengan persiapan ini itu untuk perayaan besar di akhir bulan ya, semoga semua lancar :) ...
Ingat tidak dua setengah tahun yang lalu? Saat aku berjuang beradaptasi di negeri yang baru ini, kau malah 'bertualang' ke Girisonta sebagai penanda tahun ke-30 dalam hidupmu. Mau mencari panggilanku, katamu waktu itu. Kau tetap berangkat walaupun banyak orang berkata kamu tak punya potongan jadi pastor. Dan mereka ternyata benar, hehehe. 'Petualangan'-mu itu malah membuatmu makin yakin bahwa itu bukan jalanmu.
Lalu beberapa bulan kemudian dengan penuh keceriaan dan kekonyolan kau bercerita bahwa kau telah menemukan tambatan hatimu. Kami bertemu di sebuah acara muda mudi gereja, demikian katamu. Dan dia memintaku untuk tetap menjadi pasanganku dalam sebuah permainan - walaupun harusnya berganti pasangan - karena sudah telanjur nyaman denganku, tambahmu lagi. Wah, cerita yang lucu dan menarik, tapi tentu saja harus dikonfirmasi ke yang bersangkutan suatu hari nanti ;) hahahaha ...
Aku ikut bahagia untukmu, akhirnya "Pak Lurah" menemukan "Bu Lurah". Dalam bayanganku, Bu Lurah pastilah perempuan yang suka tertawa, ceria dan tidak terlalu kalem, dan bisa membuatmu heboh dan keluar dari keteraturanmu yang kadang2 bikin gemas itu.
Tau nggak satu kata-katamu yang tidak pernah kulupakan - Tuhan sudah merencanakan skenario hidup kita baik adanya. Tinggal kita jalani dengan sebaik-baiknya. Duh, langsung tergenang air di mataku saat membaca pesan mu itu. Terharu, dikuatkan, dan sekaligus merasa ciut karena tidak memiliki keyakinan sebesar yang kamu punya. Betapa senangnya mempunyai sahabat dekat yang menguatkan dan sering mengingatkan ku - mengingat kamu jauh lebih religius daripada aku.
Kembali ke topik semula, semoga semua lancar, semoga rukun dan bahagia sampai kakek nenek. Dengan sangat menyesal aku tak bisa datang ke pestamu (sudah berapa banyak pesta pernikahan yang kulewatkan) ... jadi kuganti saja dengan posting spesial ini untukmu plus doaku untuk kalian berdua. Doa spesial dari aku yang kadang-kadang malas berdoa dan suka menggerutu kepadaNya :).
Jika semua lancar, semoga tahun depan kita bisa bertemu di Jakarta. Bertiga, atau berempat, kamu dan dia, aku dan dia (let's keep our finger crossed, semoga sudah kutemukan nanti, hehehe)
Salam hangatku untuk dia yang akan segera menjadi kakak perempuanku. Semoga berjuta-juta kebahagiaan melimpah, hangat seperti matahari senja yang menemani aku, kau, dan Aine bermain ombak. Ah, masa muda yang tak akan kembali ;)
Aku, di kota kecil dekat Philadelphia.
Comments
hoi pak lurah... mana undangannya? ;)