Skip to main content

Hiks ...

Dear Mita,

Kayaknya cepat sekali ya kamu sudah 2 bln di amrik. Wawan kemarin pulang dalam rangka HUT. Kemarin Wawan cerita mbak Mita kayaknya kerjaan dan belajarnya berat lho ma. Aku bilang lha iya sih kan kerja sambil belajar. Mungkin banyak hal yang dulu tidak terpikir juga kayak kamu itu. Tapi mama bilang ke dia juga pasti kalau kita sungguh-sungguh akan dapet lah. Tuhan akan berikan kalau kita minta dan usaha.

Sulit sih memang mana ada hidup enak gratisan dan gampang. Gimana ? Setuju ??? Aku dulu waktu S2 ya setengah hidup, bukan setengah mati biar optimis kan ?? Tau sendiri kamu-kamu masih kecil, lama gak belajar statistik. Mau ngerjakan PR anaknya gak mau ditinggal ha ha. Mau belajar buat ujian, ketiduran dan buku catatan kuliah diompoli Wawan. Wah bener-bener tobat. Mana kamu satu semester minta ditungguin di TK ha ha. Waktu S3 juga kalau mau penelitian ke Jember kamu sering alergi. Ada-ada saja. Pas mau kerja di lab Engkong sakit keras.

Yah itu cerita lama yang siapa tau bisa untuk kamu tambah belajar dengan bersemangat. Wawan bilang mbak Mita kayaknya belajar terus ngeri ya! Nah papa mama doakan semua anaknya belajar dan bekerja dengan lancar. I know you will do the best. God bless you.

Sun sayang dari papa dan mama.

Comments

Popular posts from this blog

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

Turned out alright

Last week everything turned out alright :) Jumat siang, dengan restu teman2 kantor :p gw cabut dari kantor, walaupun area leader gw ngajakin meeting buat next recipe, tapi dia bilang "Go ahead and don't worry about the meeting, you better get your license today :p" . Jam 12.30an, gw dijemput sama orang dari driving school, dan ngebutlah kita ke DMV Norristown ngejar ujian jam 2 siang. Gw deg2an banget, apalagi karena udah gagal 1x. Kalau gw fail lagi, means that I screw everything up. Karena in the next four weeks para tebengan bakalan cabut ke site di Oregon (gak mungkin kan gw jalan 2 mile ke kantor), kontrak apartment gw habis akhir September dan gw harus cari apartment baru, dan ada chance gw bakalan dikirim ke Oregon juga (walaupun bukan shift pertama). Tapi above it all, hidup tergantung sama orang lain itu sucks. Gw gak bisa bebas ke mana-mana, gak bisa cari kegiatan dan temen2 sendiri (temennya ya cuman temen dari temen gw), gak ada social life sama sekali. Nyampe...