Skip to main content

Updates

Senang rasanya akhirnya weekend datang juga. Hmm, hari Jumat malam yang menyenangkan. Barusan pulang makan malam bareng Dede dan Andi, lalu mampir ke Baskin&Robins. Pulang, perut kenyang, hati senang. Mandi air hangat, dan sekarang leyeh-leyeh :)

How's life everyone? I am busy busy busy. Kembali ke bangku kuliah lagi, harus catch up dengan pr, projek, dan quiz. Well, this week I missed one quiz and forget to submit one homework :p Oh pikun, pikun. Untung dosennya baek dan ngasih susulan.

So many things happen lately, sampai-sampai tidak sempat dicerna, time just fly.
Oke, starting dengan cerita tentang ski dua minggu yll. Saya pergi ski untuk pertama kalinya :), bersama anak2 Indo-Pittsburghers + beberapa teman Asia lain. Saya bikin banyak orang sirik dengan memamerkan foto saya, hehehe. Benernya gak ada maksud pamer, tapi itu foto terbaru ;) Buat yang belum liat, ini saya pajang di sini :D



Well, seperti sudah diduga, dengan keseimbangan yang sangat-sangat buruk, I am a terrible skier. Jatuh terus-terusan, padahal sudah di tempat pemula *baca: lawannya balita2 :p*. Sempat merasa tidak enak karena terus-terusan merepotkan teman-teman, terutama Jo dan June, yang berbaik hati jadi instruktur dadakan :) Uggh, that's one of the few moments in my life that i want just to give up. Akhirnya dengan iri saya hanya bisa menunggu di bawah ketika anak2 naik ke bukit, hiks hiks.

Lalu, weekend kemaren, sabtunya saya nonton tamburitzan, yang sudah saya pajang fotonya di posting sebelumnya :) *Setio, jangan nyengir dan bilang : elu kurang kerjaan ya Mit, nonton tari-tarian :p* Memenuhi ajakan teman, saya, Yos, dan Andi menghadiri pertunjukan yang diadakan oleh mahasiswa-mahasiswa Dusquene University. Mereka tiap minggu berkeliling dari satu kota ke kota lain untuk mengadakan pertunjukan. Dengan baju berwarna-warni, penari-penari itu cantik sekali. Yang laki2 ganteng, but not my type, hehehe. Mereka menarikan tari-tarian rakyat Eropa Timur, yang kebanyakan riang dan jenaka. Tari-tari pergaulan, dipadu dengan musik dan humor. Pokoknya top lah :)

Minggunya superbowl (american football) weekend. Rasanya geek sekali kalau ngerjain pr di rumah sementara semua orang lain di kota ini bersenang2, jadi saya dan anak2 indonesia ngumpul di rumah Donny buat nonton bareng. Sedap, Jory masak makanan Indonesia, ada soto, sate, dan balado telur. Belum lagi kerupuk aci yang dibawa Jo dari Colombus (banyak makanan Indonesia di sana :)). Dan Steelers menang!!! Banyak orang bilang saya beruntung, karena saya sempat menyaksikan Steelers - klub American football kebanggaan kota ini - menang di Superbowl hari Minggu kemarin. Seluruh kota berpesta pora. Jalan-jalan ditutup, party all the night, orang-orang mabuk, dan semua orang senang. Hari Seninnya, bisa ditebak, kantor sepi :p, kelas banyak yang kosong, bahkan anak sekolah pun ada yang diliburkan oleh gurunya, hahaha.

How about the days between the weekend? Kan saya sudah bilang, pr, tugas, dan projek menumpuk. Bekerja dan belajar dalam waktu bersamaan ternyata bukan hal yang main2 :)

Lalu weekend ini mau ngapain ya? Well, belum ada rencana pasti. Tapi besok pagi mau belajar dulu deh, baru mungkin sore dan Minggunya senang2 :) Oh ya, saya sudah lega, SSN saya sudah rampung, jadi kemungkinan besar akhir bulan ini saya sudah gajian :) Wow, that's really relieving :). Bisa gak ya nabung buat jalan2 :)? *Hei, kamu, gimana kalau ke NY :) ? Ayolah, NY gitu lho :D! Nanti kita jalan2, gimana :D ?*

Comments

Popular posts from this blog

Thanksgiving 2020

What a crazy ride we have been riding in 2020. The COVID-19 pandemic has pretty much put our life on hold, if not going on a slower pace. I feel that we are running a marathon, and it's not over yet. The emotional toll that we have been experiencing since March is real. Everything that we used to take for granted, like meeting up with friends, birthday parties, kids activities, traveling, the convenience of doing grocery shopping anytime we want, a lot of them have been taken away from us, from my family. No more parties, no more lunch or dinner with friends, no more invitation for birthday parties, no more traveling. Perhaps my life had become too easy before the pandemic. We had to switch Nathaniel from a brick and mortar school to a cyber school. I tried to plan my grocery trips ahead of time to avoid crowds. We had to wear masks everywhere. But at least we are healthy. At least I am facing this together with my husband and kids as a family. At least I am at home that is fu...

Rediscover childhood ...

When Iis asked whether I'd like to join a traditional Indonesian dancing ~ Balinese, I was hesitated. Last time I did Balinese dance was in Nyoman Gunarsa's Sanggar Dewata around 1989. I started dancing Balinese at age 4 when I saw my older cousins dancing, so I told my mom that I wanted to dance. Wrong decision :p! My mom enjoyed bringing me to the dance club, more than I enjoy dancing, and I was stuck for more than 6 years :p I knew that I wasn't talented, but she just didn't let me quit no matter how much I begged, hahaha. I finally quit because I needed to study more to prepare for Ebtanas (I know, I know it's such a lame excuse, hehehe) . Never crossed my mind that I would dance again. First because I didn't enjoy it, second because I am not talented. When finally I say yes, I'll come, I thought it would be the first and last time :) But I was wrong. It's fun and I enjoy it. This time is different because my mom doesn't tell me to do the dancing...

What would they decide ?

When I was a little girl, I heard a lot of stories about far-away lands from my mother. She told me stories that she got from my father's letters when he was away. Our family was apart for four years. My father went to school to Montpelier, France while my Mom raised my brother and me in Yogyakarta. Every other year Dad visited us, brought a lot of books and pictures home. Pictures of Versailles, Lourdes, Marseilles, Spain, and a lot more. He told us many stories, brought me from our little home to those countries, although only in imagination. Since that day, I convinced myself that someday, when I grow up, I will see those places with my own eyes :) About twenty some years later, my turn came. I stand here, a few thousand miles away from home. About once a week I call home, talked to my parents about this place. About the harsh winter in Pittsburgh, about my new town near Philadelphia, about my new job. I might not be here if my father never brought me those pictures, told me st...